Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Agam Rinjani

Kisah Anak Antang Makassar Agam Rinjani Evakuasi Jenazah Pendaki Brasil

Agam Rinjani lahir di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kota Makassar, Sulsel. 

Tayang:
Editor: Muh Hasim Arfah
IG Agam Rinjani
AGAM SELAMATKAN JULIANA- Pemandu lokal Agam alias Abdul Haris Agam tidur di tebing gunung Rinjani saat mengangakat jenazah, pendaki asal Brasil, Juliana de Souza Pereira Marins (27), Rabu, 25 Juni 2025.  Agam lahir di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kota Makassar.  

TRIBUN-TIMUR.COM, LOMBOK – Sosok pemandu lokal Agam Rinjani alias Abdul Haris Agam, kini mendapat sorotan media dan apresiasi publik. 

Ia berperan penting dalam proses evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana de Souza Pereira Marins atau Juliana Marins (27), yang jatuh ke jurang sedalam sekitar 600 meter di Gunung Rinjani.

Agam lahir pada 22 Desember 1988 dan menghabiskan masa kecilnya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Kota Makassar—lingkungan keras yang memaksa dirinya tumbuh cepat dan mandiri.

Dulu dikenal dengan julukan “Ucok”, ia mengganti namanya sebagai penghormatan setelah wafatnya ayahnya.

Kini, Agam berprofesi sebagai pemandu wisata gunung—khususnya di jalur Rinjani. Ia dikenal piawai mengelola logistik, menjejak jalur vertikal, serta memberdayakan wisatawan untuk mengeksplor alam secara aman dan bertanggung jawab  .

Ketika Juliana hilang pada 21 Juni 2025, Agam adalah pihak yang pertama menyadari hal tersebut.

Ia langsung memimpin pencarian awal, menghubungi petugas Taman Nasional, serta mengkoordinasi penggunaan drone SAR. 

Ketika drone mendeteksi posisi Juliana sekitar 300–500 meter di bawah, Agam turut membantu menyiapkan jalur evakuasi dan logistik bersama tim Basarnas, meski akhirnya korban ditemukan tewas pada 25 Juni 2025.

Dua Kali Evakuasi Jenazah Pendaki Asing 

Ternyata penyelamatan Agam bukan pengalaman pertama, menangani insiden tragis di jalur ekstrem Rinjani.

Pada Mei 2025 lalu, Agam juga menjadi bagian dari tim evakuasi jenazah WNA asal Malaysia, Rennie Bin Abdul Ghani (57), yang mengalami kecelakaan di jalur pendakian Torean, Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Evakuasi itu dilaksanakan pada Sabtu, 4 Mei 2025, dengan teknik vertikal menggunakan tali carabiner dan tandu di medan curam, serupa dengan proses penyelamatan jenazah Juliana.

Hal ini diketahui melalui unggahan akun Instagram Agam, @agam_rinjani, serta akun resmi Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, @btn_gn_rinjani.

Dalam foto-foto dokumentasi, Agam terlihat turun langsung melakukan rapeling dan menarik jenazah dari dasar jurang, dibantu anggota tim lainnya.

“Saya Hanya Bisa Bantu Seperti Ini”

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved