Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Diskusi Publik MUI Sulsel

Perang Israel-AS Vs Iran, Pengamat: Trump Pakai Strategi Dua Tangan

Meskipun Iran pasca serangan tersebut menyerang Israel. Namun serangan itu bisa dipahami  serangan saling membalas  yang sudah terjadi selama ini.

Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/KASWADI
DISKUSI PUBLIK MUI – Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi saat menjadi narasumber Diskusi Publik MUI Sulsel dengan tema Iran vs Israel: Akankah Perang Dunia Ketiga?, Senin (23/6/2025). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi melihat Iran belum begitu jelas memberikan respon atas pengeboman dilakukan Amerika Serikat terhadap tiga lokasi nuklir.

Meskipun Iran pasca serangan tersebut menyerang Israel. Namun serangan itu bisa dipahami  serangan saling membalas  yang sudah terjadi selama ini.

Serangan kepada Amerika Serikat, sejauh ini Iran dinilai sangat berhati-hati. Banyak opsi bisa dilakukan, termasuk serangan ke militer ke pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Timur Tengah dan gangguan pada jalur minyak di Selat Hormuz.

Hal ini disampaikan Hasibullah Satrawi Diskusi Publik Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan (MUI Sulsel) dengan tema  Iran vs Israel: Akankah Perang Dunia Ketiga? Senin (23/6/2025).

“Saya membacanya belum ada langkah konklusif, apalagi implementatif dilakukan oleh Iran (pasca pengeboman fasilitas nuklir oleh Amerika Serikat),” katanya.

Hasibullah Satrawi menyampaikan, empat jam setelah pengeboman Amerika Serikat  dirinya mempresentasekan Iran lancarkan serangan balasan shakira 70 persen, 30 persen sisanya digunakan Iran masuk scenario serangan akhir menuju kondisi stabil.

Belajar dari krisis Iran dan Israel pada April dan Oktober 2024 lalu, keduanya sudah terbiasa saling menyerang.

Namun, mungkin ada yang diperhitungkan sehingga ada kompromi untuk menjaga marwah dan rasa malu kedua bela pihak.

Iran dan Israel memanas pada April 2024 lalu setelah Israel menyerang Konsulat Iran di Suriah. Disusul Iran menyerang besar-besaran ke Israel.

Tak lama Iran memberikan ultimatum kepada Israel jika kembali melancarkan serangan, pihaknya akan menyerang lebih besar lagi.

Israel sempat menyerang, tapi Iran menganggap serangan tersebut bukan serangan balasan karena menggunakan nuklir sangat kecil. Serangan tersebut tak terlalu mengganggu.

“Sehingga krisis April bisa berakhir damai dan eskalasinya tidak berlanjut,” tuturnya.

Hasibullah Satrawi melanjutkan, kris dan skenario sama terjadi di Oktober 2024. Mulai dari terbunuhnya pimpinan politik Hamas, Ismail Haniyah menghadiri pelantikan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Kemudian Iran dan Israel terlibat serang menyerang dan akhirnya kembali dalam kompromi.

“Skenario serangan menuju eskalasi terjadi di Timur Tengah antara Iran dan Israel. Inilah konteknsya kenapa saya memberikan 30 persen bisa terjadi. Sampai hari ini belum ada langkah-langkah lebih keras dari Iran untuk memberikan serangan balasan kepada Amerika Serikat, dikecualikan terhadap serangan ke Israel besar-besaran kemarin,” terangnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved