Dara Nasution, Tim Ahli Pemkot Makassar Dibalik Program Makassar Creative Hub
Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Dara Adinda Kesuma Nasution adalah orang dibalik lahirnya program ini.
Penulis: Siti Aminah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Salah satu program prioritas Wali Kota Makassar Munafri Arifiddin-Aliyah Mustika Ilham, Makassar Creative Hub MCH) telah diresmikan.
Peresmian program ini berlangsung di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (21/6/2025) malam.
Program ini digagas untuk mendukung ekosistem industri kreatif di Kota Makassar.
Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar, Dara Adinda Kesuma Nasution adalah orang dibalik lahirnya program ini.
Pada peluncuran program ini, Dara-sapaan karibny mengenang awal mula lahirnya ide Makassar Creative Hub.
Ini bermula dari diskusi panjang saat merancang visi-misi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota.
"Kami pernah bertanya? bolehkah kami anak muda kota ini bermimpi lebih besar dari sekadar bertahan hidup? Dan jawaban dari Pak Wali dan Bu Wawali adalah boleh, bahkan harus," ungkap Dara.
Alumnus Universitas Oxford, Inggris ini menyampaikan, MCH bukan sekadar bangunan fisik, melainkan representasi ruang tumbuh bagi ribuan talenta muda Makassar.
Dengan jumlah pelaku industri kreatif yang diperkirakan mencapai lebih dari 100 ribu orang, MCH hadir sebagai simpul kolaborasi agar potensi ini tidak lagi berjalan sendiri-sendiri.
"Makassar Creative Hub hadir bukan hanya sebagai tempat berkegiatan, tapi juga sebagai simbol transformasi kota Makassar menuju kota yang bukan hanya ramah hunian, tetapi juga ramah inovasi," tutur Dara.
Dengan peluncuran ini, Makassar resmi menempatkan diri sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia yang tak hanya memberi ruang, tapi juga harapan bagi generasi muda untuk terus bermimpi, berkarya, dan menginspirasi.
Ia menegaskan, Wali Kota Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham dalam visi kepemimpinannya, konsisten mendorong pembangunan berbasis kolaborasi dan inovasi.
"Kreativitas bukan pelengkap. Ia adalah fondasi masa depan kota ini," tegas Dara.
Dalam proses mewujudkan MCH, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) turut berkontribusi aktif.
Renovasi gedung yang rampung hanya dalam waktu 100 hari.
"Terima kasih kepada semua yang sudah ikut merajut ruang ini dengan ide, dukungan, harapan, bahkan kritik yang membangun. Semua itu adalah bahan bakar semangat kami," ucap Dara.
Pemerintah Kota Makassar melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) untuk menggerakkan MCH secara terintegrasi.
Misalnya Dinas Pariwisata sebagai leading sector, bertanggung jawab atas operasional, strategi, dan kemitraan dengan Kemenparekraf dan badan kreatif nasional.
Dinas Pemuda dan Olahraga, bersama Dinas Kebudayaan, mendorong aktivasi komunitas pemuda di 15 kecamatan dan pulau, serta memfasilitasi inkubasi program dan hibah.
Dinas Koperasi dan UKM menjadi penggerak inkubasi UMKM berbasis ekonomi kreatif seperti kuliner, fashion, dan produk digital.
Dinas Komunikasi dan Informatika memastikan infrastruktur digital, media kreatif, dan teknologi penunjang di seluruh wilayah aktivitas MCH.
Dinas Ketenagakerjaan menggelar pelatihan dan sertifikasi SDM subsektor ekonomi kreatif, serta membuka koneksi ke sektor kerja swasta.
Kemudian, puluhan Workshop dan Lokakarya Disiapkan. Program MCH mencakup lebih dari 50 workshop, forum diskusi, dan lokakarya kreatif.
Antara lain Workshop Creative Writing, Personal Branding, Social Media Marketing, hingga Green Business dan Visual Storytelling.
Lokakarya tematik seperti City Branding, Recycle Your Clothes, Produksi Musik Elektronik, hingga Sinrilik sebagai warisan budaya lokal.
Inkubasi khusus seperti Inkubator Produser Pertunjukan, Acting Class, dan Kreativ Merancang Mainan untuk membentuk skill profesional baru.
Forum diskusi strategis seperti Mind, Talent dan Capital Mapping dan Forum Edukasi Bisnis Film juga akan mempertemukan komunitas, pelaku industri, dan calon investor.
Fungsi Strategis MCH, mulai dari fasilitasi hingga produksi talenta. MCH bertumpu pada lima prinsip utama:
1. Fasilitasi ruang belajar dan berkarya bagi generasi muda.
2. Penciptaan peluang kerja baru melalui pelatihan dan inkubasi.
3. Penguatan industri kreatif lokal sebagai mesin ekonomi baru.
4. Pemosisian Makassar sebagai barometer ekonomi kreatif Indonesia Timur.
5. Dukungan terhadap festival dan gerakan publik berbasis seni dan budaya. (*)
4 Tahanan Politik Sorong Disidang Perdana di Pengadilan Negeri Makassar |
![]() |
---|
Wali Kota Makassar Ingatkan Pejabat Hidup Sederhana, Sikap Hidup Berlebihan Bisa Beri Dampak Buruk |
![]() |
---|
3 Kepala Daerah Meriahkan Riota Fun Rally 2025: Dilepas Appi, Dijamu Uji dan Utta |
![]() |
---|
Pemprov Sulsel Mutasi Hampir 800 Nakes, Sekda: Ada RS Kelebihan Tenaga |
![]() |
---|
4 Tahanan Politik Sorong Jalani Sidang Perdana di Makassar, Pemindahan Picu Aksi Protes |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.