Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Iran dan Wajah Politik Islam

Iran mengukuhkan diri sebagai negara Islam paling disegani Barat karena kedaulatan politik dan kekuatan militernya.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Firdaus Muhammad Guru Besar Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar 

Oleh: Firdaus Muhammad

Guru Besar Komunikasi Politik Islam UIN Alauddin Makassar

TRIBUN-TIMUR.COM - JUMAT, 13/6/2025 waktu setempat, Iran menyerang Israel ke jantung Tel Aviv sebagai balasan atas serangan ke negaranya.

Iran mengukuhkan diri sebagai negara Islam paling disegani Barat karena kedaulatan politik dan kekuatan militernya.

Memiliki senjata dengan teknologi tinggi dan soliditas politik yang kuat melahirkan ketakutan pada pemimpin dan warga Israel.

Agresi Israel ke jantung kota Iran seakan membangunkan macan tidur. Pemimpin tertinggi Iran menyebutnya sebagai kesalahan besar telah dilakukan Israel.

Tanpa menunggu lama, serangan Iran ke Tel Aviv dan sejumlah kawasan strategis Israel berhasil dibombardir menembus pertahanan yang selama ini diklaimnya canggih.

Pertahanan Israel jebol, dunia menyaksikan kekuatan militer Iran. Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyerang Iran dengan berbagai dalih, sesungguhnya dia memiliki ketakutan terhadap negara Islam terkuat tersebut.

Ketakutan Netanyahu tidak hanya mendera dirinya, dikabarkan kabur ke Yunani, tapi juga warganya yang kini dihantui serangan balasan Iran yang bakal datang sewaktu-waktu.

Kenapa Iran kuat? Karena mereka memiliki ideologi politik kuat. Pemimpin tertingginya seorang ulama yang menjalankan pemerintahan dan militer dengan spirit jihad.

Belajar dari Politik Iran

Pemimpin Iran, Ayatullah sayyid Ali Khamenei memiliki kemampuan komunikasi politik Islam mampu menyeimbangkan diplomasi-diplomasi dengan juga dentuman rudal.

Menyikapi serangan Israel ke negaranya, dengan retorika yang lembut dan tenang berucap, mereka (Israel) telah melakukan kesalahan besar, mereka akan mengalami nasib yang mengenaskan.

Retorikanya tidak lantang tetapi tegas, spirit jihadnya membahana di hadapan para militernya. Pemikiran politiknya sangat jitu, selama ini Iran berhasil menghadapi embargo, konfrontasi, pembunuhan intelijen dan ilmuwan nuklir serta perang asimetris.

Kepemimpinan politiknya teruji, tenang tapi disegani musuh, Barat. Di matanya, Israel adalah rezim teroris, Iran berhak membalas dan Israel saatnya menerima balasan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved