Banjir Luwu
Warga Cappie Luwu Pasrah, Sebulan Banjir Datang 5 Kali
Saat dikonfirmasi, Kamal seperti sudah tak punya lagi harapan melihat kampungnya bebas dari bencana hidrometeorologi tersebut.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
Royan mengaku, tanggul yang dibangun bertahun-tahun lalu di lekukan sungai, kini ibarat menahan air dengan tampah.
“Sudah tidak efektif. Banjir melampaui kapasitas tanggul. Masalahnya bukan di sini, tapi di atas sana (hulu),” lanjutnya.
Warga Cappie mendesak pemerintah untuk tidak lagi memelihara kebiasaan reaktif yang hanya muncul ketika genangan sudah naik ke teras rumah.
Baca juga: Banjir di Larompong Luwu Meluas, 190 Rumah dan 2 Sekolah Terendam
Menurut Royan, mereka meminta kebijakan yang strategis, berani, dan berpihak pada keselamatan warga.
"Kami ingin dilihat, didengar, dan dianggap sebagai warga Luwu sepenuhnya, bukan hanya sekedar corong suara setiap lima tahun sekali," akunya.
“Ini tantangan untuk pemerintah yang baru terpilih. Jangan biarkan Cappie jadi korban dari kebijakan yang tak adil dan pengabaian yang sistematis,” tandas Royan.(*0
| Sungai Poringan Meluap, 200 Rumah dan 50 Hektare Kebun Warga Desa Tabah Walenrang Timur Terendam |
|
|---|
| Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet |
|
|---|
| Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BANJIR-LUWU-Kondisi-rumah-warga-yang-terendam-banjir-di-Dusun-Cappie.jpg)