Banjir Luwu
Warga Cappie Luwu Pasrah, Sebulan Banjir Datang 5 Kali
Saat dikonfirmasi, Kamal seperti sudah tak punya lagi harapan melihat kampungnya bebas dari bencana hidrometeorologi tersebut.
Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Alfian
TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - Warga Dusun Cappie, Kecamatan Larompong, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan tak bisa berbuat apa-apa ketika banjir menghantam kampungnya.
Dalam kurun waktu tak cukup sebulan, tercatat lima kali permukiman warga Cappie terendam banjir.
"Belum cukup sebulan, sudah 4 kali banjir. Pertama tanggal 11 Maret kemudian 13, 26, dan tanggal 3 dan hari imo di bulan April. Jaraknya pun berdekatan. Kemudian tadi sore lagi banjir, total sudah empat kali," beber salah satu warga, Kamal Khatib, Sabtu (10/5/2025).
Saat dikonfirmasi, Kamal seperti sudah tak punya lagi harapan melihat kampungnya bebas dari bencana hidrometeorologi tersebut.
Ia kecewa kepada Pemkab Luwu, karena belum memberikan solusi teknis penanganan banjir di kampungnya.
"Mau berharap sama siapa lagi? Kerugian apa lagi yang harus dirasakan warga. Kemarin, jalanan sudah rusak terangkat karena arus banjir. Belum lagi setelah banjir, sedimen lumpur ikut mengendam di rumah warga. Kerugian materil warga sudah banyak dirasakan," jelasnya.
Kekecewaan juga dirasakan salah satu warga, Royan Juliazka Chandrajaya.
Baca juga: BREAKING NEWS: 150 Rumah Terendam Banjir di Larompong Luwu
Royan menyebut, air yang meluap dan mengalir deras ke pemukiman tak sekadar berasal dari curah hujan lokal.
Tetapi ia curiga, ada kerusakan besar di kawasan hulu yang dulu berfungsi sebagai penyanggah alam.
Sebab kawasan yang dulu mampu memperlambat aliran air itu kini tak lagi bekerja sebagaimana mestinya.
Menurut Royan, kebanyakan warga sudah lelah, mereka terkadang ikut kena imbas akibat terjangan banjir.
Tak jarang, para petani kehilangan hasil panen karena sawah tertimbun lumpur tebal yang ikut bersama banjir.
Belum lagi, sambung Royan, warga yang berprofesi sebagai petambak merugi karena bibit ikan hanyut dibawa arus.
"Belum lagi kalau kita bicara infrastruktur. Rumah yang terus menerus kena banjir, pelahan akan mengalami pelapukan dan kerusakan. Aspal-aspal yang ada dusun kami, sebagiannya sudah mengalami kerusakan parah, itu terangkat. Dan butuh perbaikan yang maksimal dan menyeluruh," bebernya.
“Dan sampai hari ini, respon pemerintah dari dulu sama saja. Tidak peka dan tidak responsif. Terutama dalam kaitannya dengan respon yang bersifat strategis. Memang selalu ada tim dari BPBD daerah tapi hanya melakukan assesment. Tapi setelahnya, tidak ada lagi. Jadi mau sampai kapan seperti ini," tambah Royan.
| Sungai Poringan Meluap, 200 Rumah dan 50 Hektare Kebun Warga Desa Tabah Walenrang Timur Terendam |
|
|---|
| Banjir Rendam 8 Desa di Luwu, 300 Rumah Terdampak, Jalur Trans Sulawesi Macet |
|
|---|
| Banjir Terjang Dua Desa dan Satu Kelurahan di Larompong Luwu, Air Keruh Bercampur Lumpur |
|
|---|
| Suli, Suli Barat dan Bua Jadi Titik Rawan Banjir Terbanyak di Luwu |
|
|---|
| 5 Bendung Rusak di Luwu, Ribuan Hektare Sawah Terancam Gagal Tanam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BANJIR-LUWU-Kondisi-rumah-warga-yang-terendam-banjir-di-Dusun-Cappie.jpg)