Haji 2025
Di Bawah Terik Matahari, Petugas Menyambut Calon Haji dengan Tulus
Sementara itu, sejumlah petugas haji Indonesia terlihat bergegas menuju Terminal Fast Track, sekitar 700 meter dari lokasi sebelumnya.
TRIBUN-TIMUR.COM - Cuaca di Madinah sangat panas di siang hari.
Suasana di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah, tampak sibuk.
Sembilan bus yang mengangkut jemaah haji dari embarkasi Batam (BTH) asal Provinsi Riau dan Kepulauan Riau baru saja meninggalkan area parkir Terminal Internasional.
Sementara itu, sejumlah petugas haji Indonesia terlihat bergegas menuju Terminal Fast Track, sekitar 700 meter dari lokasi sebelumnya.
Mereka bersiap menyambut kedatangan jemaah berikutnya dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG).
Tak lama berselang, ratusan jemaah mulai antre melewati mesin pemindai X-ray.
Para petugas sigap membantu, mengangkat koper, serta memandu para jemaah menuju bus yang telah disiapkan.
Proses ini harus berlangsung cepat maksimal 30 menit sesuai aturan otoritas bandara, guna menghindari penumpukan.
Jemaah lansia dan risiko tinggi (risti) mendapat prioritas, biasanya dipapah atau menggunakan kursi roda.
Di tengah padatnya jadwal, para petugas dari berbagai negara—termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Pakistan, dan Bangladesh—menyempatkan diri beristirahat sejenak di area parkir.
Namun, aturan ketat bandara hanya mengizinkan minum di tempat terbuka. Makan siang dan malam harus dilakukan di dalam kendaraan coaster yang digunakan tim mobilitas haji Indonesia.
Terdapat empat terminal utama yang melayani kedatangan jemaah haji Indonesia di Madinah: Terminal Fast Track, Terminal Internasional, Terminal Haji, dan Terminal Zero.
Masing-masing terminal memiliki alur layanan tersendiri. Misalnya, di Terminal Haji, jemaah berjalan satu baris menuju pavilion atau "keong" sebelum naik bus sesuai kloter.
Petugas bahkan kadang menggendong jemaah lansia demi memastikan keselamatan dan kenyamanan mereka.
Berbeda dari itu, Terminal Zero yang berada di lantai dasar menawarkan proses lebih praktis.
Bus penjemput langsung menunggu di depan pintu kedatangan tanpa harus memindahkan jemaah ke ruang lain.
Hari itu merupakan hari ketujuh sejak kedatangan perdana jemaah haji Indonesia. Hingga Kamis, tercatat 112 kloter dengan total 44.601 jemaah telah tiba di Madinah.
Sebanyak 19 kloter tambahan dengan 7.501 jemaah dijadwalkan tiba hari yang sama.
Cuaca ekstrem menjadi tantangan tersendiri bagi petugas: suhu panas menyengat di luar, namun dingin menggigit di dalam gedung berpendingin.
Beberapa petugas sempat terserang flu ringan akibat perubahan suhu, namun tubuh mereka perlahan beradaptasi.
Sebanyak 28 petugas dikerahkan di empat terminal, bekerja dalam sistem tiga shift setiap harinya.
Mereka berada di bawah koordinasi Kepala Daerah Kerja (Daker) Bandara Abdul Basir dan Sekretaris Ihsan Faisal.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis Muhammad Hanafi, memberikan apresiasi langsung saat meninjau lokasi.
“Saya menyaksikan sendiri bagaimana para petugas bekerja maksimal demi memberikan layanan terbaik bagi jemaah,” ujarnya.
Di tengah semua tantangan, senyum dan ucapan terima kasih dari jemaah menjadi sumber semangat para petugas.
Bahkan, banyak jemaah memanggil nama petugas yang tertera di seragam mereka sebagai bentuk penghargaan yang tulus.
Dedikasi mereka tak hanya disaksikan oleh ribuan jemaah, tetapi, seperti yang diyakini para petugas, juga oleh malaikat yang mencatat setiap amal tulus mereka.
Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf atas Layanan Haji 2025 |
![]() |
---|
Foto-foto Kloter Terakhir Jamaah Haji Tinggalkan Madinah, Petugas: Semoga Mabrur Semua |
![]() |
---|
Cerita Jamaah Haji Jalan Kaki dari Musdalifah ke Mina Sejauh 3 KM saat Suhu 48 Derajat |
![]() |
---|
Wakil Bupati Jemput 360 Jemaah Haji Asal Wajo di Asrama Haji Sudiang |
![]() |
---|
'Tukang Bubur Naik Haji' Asal Pomala Berat Tinggalkan Tanah Suci, Tiba 7 Juli di Makassar |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.