Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Potret Antusias Warga Bone Antar CJH, Padati Area Masjid Al Markaz Al Ma'arif Sejak Dini Hari

Pelepasan ini berlangsung di aula Masjid Agung Al Markaz Al Ma'arif, Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Ansar
Tribun-Timur.com
JCH- Potret pengantar JCH Kabupaten Bone membludak di Masjid Al- Markaz Al Ma'arif (2/5/2025). Ahmad mengaku rela menunggu berjam-jam lamanya hanya untuk melihat kerabat.  

TRIBUN-TIMUR.COM, BONE- Sejumlah pengantar Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), membludak di pekarangan masjid, Jumat (2/5/2025). 

Mereka mengantar keluarganya saat dilepas untuk diberangkatkan ke Asrama Haji, Sudiang Makassar sekira pukul 06.00 Wita.

Pelepasan ini berlangsung di aula Masjid Agung Al Markaz Al Ma'arif, Jalan Jend Ahmad Yani, Kelurahan Macanang, Kecamatan Tanete Riattang Barat

Pantauan Tribun-timur.com di lokasi, sejumlah pengantar JCH membludak di sepanjang Jl Jend Ahmad Yani, dan Jl Hos Cokroaminoto

Para pengantar JCH ini menunggu di depan gerbang Masjid Agung. 

Mereka menunggu hingga 10 bus yang mengangkut CJH asal Bone berangkat ke Asrama Haji, Sudiang, makassar.

JCH- Potret pengantar JCH Kabupaten Bone membludak di Masjid Al- Markaz Al Ma'arif (2/5/2025). Ahmad mengaku rela menunggu berjam-jam lamanya hanya untuk melihat kerabat. 
JCH- Potret pengantar JCH Kabupaten Bone membludak di Masjid Al- Markaz Al Ma'arif (2/5/2025). Ahmad mengaku rela menunggu berjam-jam lamanya hanya untuk melihat kerabat.  (Tribun-Timur.com)

Sesaat setelah bus beranjak meninggalkan Mesjid Agung, pengantar melambaikan tangan.

Tangis haru juga mengiringi keberangkatan para JCH asal Bone ini.

"Salamaki, salamaki lao lokka nh lisu, mabrur hajjita (semoga selamat berangkat dan pulang)," teriak pengantar JCH.

Salah seroang Pengantar JCH, Ahmad asal Kecamatan Amali mengaku telah menunggu hingga dini hari. 

"Dari jam tiga subuhka ada disini, sengaja karena mau liat keluargaku berangkat," akuinya. 

Ahmad mengaku dirinya juga sengaja membawa bekal dari kampung untuk persiapan sarapan pagi. 

"Ada memang makanan dibawa dibungkus biar bisa sarapan pagi. Kalau istirahat nya tinggal dimesjid saja. Sambil menunggu pemberangkatan jamaah," ujarnya.

Ia mengungkapkan mengantar kerabatnya yang akan berangkat ke tanah suci bersama dengan keluarga besar

"Kita antar karena supaya kita juga nanti diantar. Tradisinya memang kalau ada naik Haji pasti diantar," kata dia. (*)

 

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved