Banjir Bantaeng
Banjir Bantaeng Surut, Tiga Kecamatan Sempat Lumpuh
Banjir di tiga kecamatan Bantaeng mulai surut sejak Minggu malam. BPBD dan Damkar kini bersihkan sisa lumpur dan material banjir.
Penulis: Muh. Agung Putra Pratama | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, BANTAENG – Banjir menggenangi tiga kecamatan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel), mulai surut, Senin (28/4/2025).
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantaeng, Ismul Alam, menyebut air mulai surut sejak pukul 18.00 Wita, Minggu (27/4/2025).
"Mulai surut di daerah kota sejak magrib (kemarin)," kata Ismul Alam melalui sambungan telepon.
Tiga kecamatan terdampak banjir adalah Kecamatan Bantaeng, Bissappu, dan Pajukukang.
Aktivitas warga sempat lumpuh karena ketinggian air nyaris mencapai satu meter.
Banjir dipicu curah hujan tinggi dan meluapnya air sungai di pusat kota.
"Hujan dua hari kemudian sempat berhenti sejenak, kemudian hujan lagi," ujarnya.
Pagi ini, Dinas Damkar Bantaeng mulai membersihkan sisa lumpur dan material yang terbawa arus banjir.
Material seperti kayu, ranting, dan barang-barang hanyut dibersihkan dari jalan dan permukiman warga.
"Semoga curah hujan tidak meningkat lagi atau bertambah," jelasnya.
Sebelumnya, banjir melanda kawasan padat penduduk di Kecamatan Bantaeng, Minggu (27/4/2025), akibat meluapnya debit air Sungai Kampung Garegea dan hujan deras yang terus mengguyur.
Pemilik akun Facebook, Endang Djie, membagikan video berdurasi 20 detik merekam kondisi tersebut.
"Kondisi air sungai Garegea-Kayangan sudah meluap, air sudah masuk perumahan-perumahan, ini jalan Garegea keluar," jelas suara dalam video diunggah Endang.
Dalam video tampak sejumlah warga memantau kondisi air dari atas jembatan.
Beberapa terlihat membersihkan sampah ikut terbawa arus banjir.
Ketinggian air hingga lutut orang dewasa juga terjadi di Terminal Pasar Baru Bantaeng.
Dalam tayangan lainnya yang diunggah akun Endang, dua warga tampak berjalan hati-hati melawan arus sambil menenteng kantong plastik dan jerigen.
Ismul Alam membenarkan kejadian tersebut.
Ia dan tim masih berada di lokasi untuk melakukan upaya mitigasi.
"Sementara di lapangan, di Garegea ada penyumbatan," ujarnya.
Ia menambahkan, hujan mengguyur Bantaeng dua hari terakhir menjadi penyebab utama banjir.
"Memang agak tinggi curah hujan, sudah dua hari hujan, tapi sempat berhenti sejenak," tuturnya.(*)
Laporan Jurnalis Tribun-Timur.com, Muh Agung Putra Pratama
| Banjir Landa 3 Kecamatan di Bantaeng, Warga Terjebak Banjir Setinggi Pinggang |
|
|---|
| Viral! 2 Hari Hujan Lebat, Pemukiman Warga Bantaeng Sulsel Banjir |
|
|---|
| Warga Meninggal Saat Banjir Bandang Bantaeng Dapat Santunan Rp 15 Juta |
|
|---|
| Tanggul Balang Sikuyu Jebol, Warga Bantaeng Khawatir Banjir Susulan |
|
|---|
| Hujan Guyur Bantaeng, Warga Khawatir Banjir Susulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Banjir-bantaeng888.jpg)