Banjir Bantaeng
Hujan Guyur Bantaeng, Warga Khawatir Banjir Susulan
Pasalnya, pemukiman tempat tinggal Jum, di Jalan TA Gani, adalah salah satu daerah dampak banjir terparah beberapa waktu lalu.
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Hujan beserta angin terus menguyur Kabupaten Bantaeng mulai pagi hingga saat ini, Minggu (5/7/2020).
Warga merasa khawatir banjir susulan akan terjadi di Kabupaten Bantaeng.
Hal itu disampaikan oleh warga Kelurahan Bonto Atu, Kecamatan Bisappu, Kabupaten Bantaeng, Jum.
"Bahaya kalau hujan terus begini, trauma banjir kemarin, ditakutkan terjadi banjir susulan," kata jum kepada TribunBantaeng, Minggu, (5/7/2020), malam.
Saking khawatirnya, dia lebih memilih untuk begadang untuk memastikan keadaan baik-baik saja.
Pasalnya, pemukiman tempat tinggal Jum, di Jalan TA Gani, adalah salah satu daerah dampak banjir terparah beberapa waktu lalu.
Kerena terdapat sungai yang berada di tengah pemukiman warga.
Apalagi, tanggul sungai itu jebol akibat banjir yang saat ini hanya di tambal menggunakan tanah yang diisi didalam karung.
"Khawatir ki juga karena tanggul ada yang jebol waktu banjir dulu, dan tidak bisa saja kalau banjir tanggul lain lagi jebol," ujarnya.
Sementara, hujan bukan hanya terjadi pada wilayah kota Bantaeng dan sekitarnya, tetapi juga terjadi pada wilayah pegunungan di Kecamatan Uluere.
Pada saat banjir terjadi beberapa waktu lalu, diketahui salah satu penyebabnya adalah tingginya debit air yang berasal dari wilayah pegunungan di Kecamatan Uluere.
Sehingga membuat warga wilayah kota dan sekitarnya yang berada pada dataran rendah khawatir dengan banjir susulan.
"Apalagi ini hujan bukan hanya di kota tapi di gunung juga dari info teman disana. Tapi semoga tidak terjadi ji," ucapnya.
Diketahui, banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bantaeng terjadi pada 12 Juni 2020.
Ketinggian air yang menggenangi rumah warga mencapai sekitar tiga meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/banjir-bantaeng_1.jpg)