Opini
Amarah yang Terlupakan
Lagu ini telah memberi kita semua refleksi bagaimana gambaran peristiwa besar itu terjadi.
Terlihat dari berbagai aksi-aksi mahasiswa cenderung mendapat tindakan kekerasan fisik (abusive) dari aparat.
Dengan berlalunya peristiwa yang kurang sempurna kita mencoba membuktikan, bahwa dengan kesadaran kritis, bangsa ini bisa berubah seiring bertumbuhnya juga sikap saling menghargai pendapat.
Seperti yang terjadi di masa lampau ketika pendiri bangsa berdebat dan bertikai namun tetap memiliki imajinasi yang sama terhadap kemerdekaan dan persatuan.
Begitu pun yang dikatakan Presiden Sukarno dalam bukunya di Bawah Bendera Revolusi (1926) bahwa dengan jalan yang jauh kurang sempurna kita harus bisa menerima: tetapi kita juga harus bisa memberi.
Inilah rahasianya persatuan itu. Persatuan tak bisa terjadi, kalau masing-masing pihak tak mau memberi sedikit-sedikit pula.
Amarah mungkin telah terlupakan oleh banyak mahasiswa hari ini. Tapi sejarah tak akan diam.
Ia menunggu kita untuk kembali membuka luka—agar kita tak jatuh dalam kubangan yang sama kedua kalinya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Fahrul-Dason-Ketua-Umum-BEM-FAI.jpg)