Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Haji 2025

Menag Kirim Sinyal Tambahan Kuota Petugas Haji

Nasaruddin Umar memang sedang melobi pemerintah Arab Saudi terkait penambahan petugas haji.

Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/FAQIH
HAJI 2025 - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar saat ditemui di Hotel Four Points by Sheraton pada Kamis (10/4/2025). Pemerintah Arab merespon positif permintaan penambahan kuota petugas haji. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar mengirim sinyal adanya penambahan petugas haji.

Nasaruddin Umar memang sedang melobi pemerintah Arab Saudi terkait penambahan petugas haji.

Disebutnya, permintaan Indonesia untuk penambahan kuota petugas direspon positif pemerintah Arab Saudi

"InsyaAllah, permintaan kita dipenuhi tapi kita juga akan mengukur efesiensinya seperti apa, jangan sampe berkelebihan atau berkekurangan," jelas Nasaruddin Umar di Makassar pada Kamis (10/4/2025).

Sulsel di tahun ini mendapat porsi kuota 7.272 jemaah, Kota Makassar mendapat alokasi kuota tertinggi sebanyak 1.076 jemaah haji.

Lalu diikuti Kabupaten Bone 709 jemaah, Kabupaten Gowa 570 jemaah.

Urutan keempat Kabupaten Bulukumba 385 jemaah serta Kabupaten Wajo 384 jemaah.

Sementara itu tiga daerah dengan kuota terendah yakni Palopo, Tana Toraja dan Toraja Utara.

Palopo 102 jemaah, Tana Toraja 33 jemaah dan Toraja Utara 19 jemaah.

Tahun ini, kuota prioritas lansia sebanyak 364 jemaah.

Kuota Pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sebanyak 18 jemaah.

Terakhir ada kuota Petugas Haji Daerah sebanyak 57 jemaah.

Terkait persiapan perjalanan, Nasaruddin Umar mengaku sudah hampir rampung sepenuhnya.

"InsyaAllah persiapan haji 90 persen sudah selesai, (sisanya) yang itu masalah teknis," kata Nasaruddin Umar.

Nasaruddin Umar sedang berusaha memberikan pelayanan maksimal ke jemaah.

Meski biaya perjalanan haji menurun, Nasaruddin Umar tidak ingin pelayanan juga turun.

Diketahui Hitungan besaran Bipih jemaah Embarkasi Makassar sebesar Rp57.670.921,00.

Bipih merupakan biaya yang harus dibayar oleh warga negara yang akan menunaikan Ibadah Haji.

Bipih jemaah haji ini dipergunakan untuk biaya penerbangan haji.

Kemudian biaya akomodasi di Makkah, dan biaya akomodasi di Madinah.

Serta biaya hidup atau living cost para jemaah.

Sementara itu Bipih bagi Petugas Haji Daerah (PHD) dan Pembimbing Kelompok Bimbingan Haji dan Umrah (KBIHU) memiliki nilai berbeda.

Besarannya untuk embarkasi Makassar Rp91.649.429,00

Bipih PHD dan KBIHU ini dipergunakan untuk biaya penerbangan, akomodasi, konsumsi.

Lalu transportasi, pelayanan di Arafah, Mudzalifah, dan Mina.

Kemudian pelindungan, pelayanan di embarkasi atau debarkasi, pelayanan keimigrasian, premi asuransi dan pelindungan lainnya, dokumen perjalanan; biaya hidup (living cost), pembinaan jemaah haji di tanah air dan Arab Saudi, pelayanan umum di dalam negeri dan Arab Saudi, serta pengelolaan BPIH

 

Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved