Opini Airah Amir
World TB Day: Jalan Panjang Eliminasi Tuberkulosis
TB telah menyebabkan kematian pada sepertiga penduduk dunia sejak bakteri penyebab TB ini ditemukan.
Penyakit TB sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Penyakit ini menular melalui udara sebagai medianya.
TB dapat menular dengan mudah melalui droplet yang terbawa ke udara dan orang yang kontak langsung dengan pengidaplah yang berisiko tinggi untuk tertular TB.
Apalagi tingkat kesadaran masyarakat terhadap gejala TB masih rendah sebab masih banyak masyarakat yang belum memahami gejala umum TB yaitu batuk berkepanjangan hingga 14 hari atau lebih, berkeringat di malam hari, demam, dan penurunan berat badan.
Akibat ketidakpahaman ini, banyak yang beranggapan bahwa batuk yang dialaminya merupakan batuk biasa yang dapat disembuhkan dengan obat batuk yang dapat dibeli bebas.
Ditambah lagi rasa takut dan malu akan diagnosis TB sebab stigma negatif yang melekat pada penderita TB dan minimnya dukungan keluarga terhadap penderita TB.
Sebab
Pengobatan TB memerlukan waktu yang tidak sedikit yaitu sekitar 6 bulan bahkan hingga 12bulan secara tuntas.
Sehingga support dari keluarga sangat diperlukan sebagai Pengawas Minum Obat (PMO) dari pasien tersebut.
Persepsi pasien terhadap penyakit yang dideritanya juga menjadi kendala dalam pengobatan tuntas penyakit TB.
Persepsi negatif terhadap diri sendiri terkadang akibat pemahaman salah terhadap penyakit TB yaitu menganggap TB penyakit yang tidak bisa disembuhkan.
Kedisiplinan dalam terapi TB dalam jangka waktu yang tidak sedikit juga menyebabkan kebosanan dan juga efek samping yang ditimbulkan dari pengobatan TB terkadang menyebabkan pasien TB memutuskan untuk menghentikan pengobatan.
Sehingga tantangan eliminasi TB pun kian sulit. Ditambah lagi dengan kasus kuman TB yang resisten antibiotik dan terjadi koinfeksi atau infeksi gabungan dengan penyakit HIV
disamping menyerang kelompok rentan yang identik dengan warga dibawah garis kemiskinan.
Selain itu angka kematian yang tinggi, banyaknya kasus TB yang hilang, munculnya kasus resistensi obat yang parah dan penurunan insiden TB yang lambat.
Melihat fakta diatas,menjadi penting untuk melakukan pencegahan yang dilakukan pada semua aspek kehidupan.
Mulai dari keluarga, masyarakat dan ada pula peran negara didalamnya.
| Menuju Musda Golkar Sulsel, Podcast Tribun Timur Kupas Siapa Paling Layak Jadi Ketua |
|
|---|
| Resmob Polres Sinjai Gerebek Sabung Ayam di Tellulimpoe, Pelaku Kabur Sebelum Petugas Tiba |
|
|---|
| Camat: 1 Jam Sampah Ujung Tanah Sudah Harus Terangkut |
|
|---|
| Profil Budiawan Kapolsek Tanete Riattang, Pernah Tugas Bulukumba, Soppeng, Lutra, Enrekang, Palopo |
|
|---|
| Pete-pete Laut Launching Mei 2026, Layanan Transportasi Antarpulau di Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dr-Airah-Amir-Dokter-RSUD-Kota-Makassar-7.jpg)