Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Muhammad Arsyad 

Pelestarian Gletser 

Istilah gletser untuk masyarakat Sulawesi Selatan, boleh jadi tidak terlalu akrab karena memang yang dikenal hanya air dan sejenisnya.

Editor: Sudirman
Muhammad Arsyad 
Muhammad Arsyad Guru Besar Fisika Ekosistem Karst pada FMIPA UNM Makassar  

Sejatinya, gletser selain mendinginkan suhu bumi, gletser adalah sumber air tawar terbesar, jauh lebih besar dari danau ataupun sumur.

National Snow & Ice Data Center mengklaim hamparan es gigantik ini menyimpan sekitar 69 persen air tawar dunia.

Di Tiongkok dan India, banyak sungai utama berhulu pada salju dan gletser Himalaya. Di Swiss, para petani selama ratusan tahun menyandarkan air irigasi dari tetesan gletser.

Sementara di Amerika Selatan, gletser memasok kebutuhan air minum bagi jutaan orang. Inilah alasan, mengapa gletser sering dijadikan barometer pemanasan global.

Rumus simpelnya: jika bumi kian panas, gletser mencair kian cepat—dan akibatnya fatal bagi makhluk hidup. Contoh yang paling nyata ialah naiknya permukaan laut, yang kemudian berbuntut pada banjir.

Melihat kecepatan pencairan gletser saat ini, kenaikan air laut diprediksi mencapai satu meter pada akhir abad ke-21.

Ilustrasi untuk membayangkan bahayanya: jika air laut meningkat satu sentimeter saja, sekitar satu juta orang di dataran rendah terpaksa mengungsi.  

Salah satu dampak nyata semakin tingginya suhu Bumi, gletser di daerah kutub kian mencair. Selain berkontribusi menambah ketinggian permukaan air laut, melelehnya gletser di kutub juga menyumbang karbon di Bumi.

Penelitian pertama tentang jumlah karbon yang terlepas akibat mencairnya gletser di kutub telah dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience.

Tak tanggung-tanggung, gletser dan lapisan es merupakan 70 persen cadangan air tawar bumi.

Maka manakala gletser mencair karena kenaikan suhu udara, bongkahan es tersebut akan melepaskan karbon di angkasa dan pasokan air tawar dunia akan terus berkurang.

Kenyataan ini menunjukkan, bahwa gletser memegang peranan penting pada kehidupan manusia dan bagaimana manusia diharapkan dapat beradaptasi dalam perubahan iklim, Perubahan iklim ditandai dengan perubahan pola curah hujan, meningkatnya temperatur, naiknya permukaan laut, dan lainnya.

Gejala ini dirasakan oleh warga Sulawesi Selatan dan kota Makassar beberapa tahun terakhir ini.

Terkini, pasca kejadian banjir di bulan Desember 2024, dan bulan Pebruari 2025 ini.

Bulan Desember 2024, akibat dari banjir yang melanda kota Makassar, jumlah warga yang mengungsi sekitar 1.403 jiwa dari 381 KK dengan 27 titik pengungsian yang telah disiapkan oleh pemerintah. 

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved