Wawancara Eksklusif Tribun Timur
Advokat Harus Punya Nyali dan Jam Terbang Tinggi
Di Podcast Ngovi Tribun Timur, Selasa (18/3/2025) hadir Presidium DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) Adv Muh Israq Mahmud dan Adv Mahyuddin Jamal.
TRIBUN-TIMUR.COM - Profesi advokat merupakan salah satu pilar penegakan hukum. Tugasnya memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Dalam Podcast Ngovi Tribun Timur, Selasa (18/3/2025) hadir Presidium DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI) Bidang Hubungan Antar Lembaga, Adv Muh Israq Mahmud dan Presidium DPP KAI Sulsel Bidang Bisnis, Kreatif, dan Teknologi Digital, Adv Mahyuddin Jamal.
Mereka memaparkan tantangan dan hak-hak seorang advokat.
Dipandu Host Annisa Husnuzhan, berikut petikan wawancaranya:
Kapan gabung KAI?
Mahyuddin: Sejak tahun 2017. Jujur, awalnya saya tidak terpikir untuk menjadi advokat. Tapi kalau berbicara tentang hukum, saya memang suka dengan masalah-masalah hukum.
Kebetulan saya saat ini masih menjadi in-house legal di salah satu bank di Makassar, jadi selalu bersentuhan dengan permasalahan hukum.
Ada yang mengajak?
Mahyuddin: Pada tahun 2017, seorang teman yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Umum di DPP KAI Jakarta mengajak saya untuk bergabung. Sebelumnya, saya sebenarnya sudah beberapa kali dipanggil untuk ikut jadi advokat, tetapi baru di tahun 2017 saya mencoba mengikuti pendidikan dan ujian advokat. Alhamdulillah, saya lulus dan resmi menjadi advokat di KAI.
Kenapa memilih KAI?
Mahyuddin: Menurut saya, KAI memiliki militansi dan jiwa kekeluargaan yang sangat kuat dibanding organisasi lain. Selain itu, KAI juga lebih maju dalam pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, sehingga lebih sesuai dengan perkembangan zaman.
Karier Anda di KAI?
Mahyuddin: Pada tahun 2019, saya diberikan amanah untuk mendampingi ketua DPD KAI Sulsel dan menjabat sebagai Sekretaris Daerah KAI periode 2019-2024. Kemudian, pada tahun 2024, saya terpilih menjadi salah satu presidium di DPD KAI Sulsel.
Kalau Anda sejak kapan gabung?
Israq: Gabung menjadi advokat sejak tahun 2009, jadi sudah sekitar 16 tahun. Saat itu suasana dunia advokat sangat berbeda dibanding sekarang.
| Cerdas Kendalikan Hama: Ingat, Tikus Itu Cerdas dan Adaptif |
|
|---|
| Pesan Waisak 2025: Kendalikan Tiga Akar Kejahatan |
|
|---|
| Cerita Herdianto Marzuki Ketua DPRD Morowali, Alumnus UMI Pilih Ngekos 2 Periode |
|
|---|
| Kunci Haji Mabrur: Jaga Niat, Pulang Jadi Pribadi Bermanfaat |
|
|---|
| Aplikasi NITA: Bisa Top Up Kartu hingga Pantau Kondisi Jalan Tol Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Presidium-DPP-KAI-Muh-Israq-Mahmud-dan-Mahyuddin-Jamal.jpg)