PT Huadi Group
Huadi Komitmen Relokasi Warga dan Keberlanjutan Lingkungan Bantaeng
Menanggapi isu perusahaan telah bersepakat dengan nelayan untuk membebaskan kawasan lahan rumput laut demi perluasan dermaga, Zulfahri membantah.
Ia juga menambahkan bahwa validasi terkait bantuan untuk petani rumput laut dapat diperiksa melalui sejumlah media dan laporan yang tersedia.
Terkait keluhan petani rumput laut yang lahannya rusak akibat tertabrak tongkang atau kapal, Zulfahri menegaskan bahwa kapal-kapal yang bersandar di jetty bukan milik PT Huadi Nickel-Alloy Indonesia, melainkan milik pihak penyuplai atau distributor bahan produksi.
Meski demikian, Huadi Group sering bertindak sebagai mediator antara petani dan pemilik kapal, dengan melibatkan aparat berwenang untuk menyelesaikan masalah dan memastikan adanya ganti rugi yang layak bagi warga terdampak.
Komitmen Huadi terhadap Kesehatan dan Keselamatan Kerja
Menanggapi keluhan sejumlah karyawan mengenai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di kawasan industri, Huadi Group memastikan mereka telah menerapkan standar K3 yang ketat.
"Kami sangat mengedepankan keselamatan kerja dan telah memiliki Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Untuk validasi lebih lanjut, informasi ini dapat diakses melalui laman resmi kami," pungkas Zulfahri.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin menilai kehadiran Huadi Group semata-mata untuk kesejahteraan masyarakat Bantaeng.
"Kawasan industri hadir (Huadi Group) untuk mensejahterakan masyarakat Bantaeng," tegas Uji Nurdin sapaan akrab Bupati termuda di Sulsel itu.
Bahkan, Uji Nurdin antusias menyambut keputusan Presiden Prabowo Subianto menetapkan Bantaeng sebagai kawasan industri berdasarkan 77 Proyek Strategis Nasional (PSN) dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) lima tahunan.
"Alhamdulilah. Saya mengucapkan banyak terima kasih dan apresiasi setingi- tingginya untuk bapak Presiden Prabowo yang telah memilih Kawasan Industri Bantaeng jadi PSN," kata Uji Nurdin.
Menurutnya, dengan KIBA ditetapkan sebagai PSN pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Bantaeng pastinya meningkat. Hal ini tentunya membawa kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Bantaeng
"Dengan Dijadikan KIBA PSN, tentunya investor-ivenstor akan berdatangan. Pendapatan Pemkab Bantaeng bertambah, serapan tenaga kerja tinggi, dan otomatis pertumbuhan ekonomi meningkat," ungkapnya.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah (Bappelitbanda) Sulsel, Setiawan Aswad mengungkapkan, Kawasan Industri Bantaeng (KIBA) merupakan skala prioritas pemerintah pusat yang ditarget bisa selesai selama lima tahun ke depan.
"KIBA merupakan kawasan yang maju dari segi infrastruktur dan aktivitas pengolahan nikel. Pemenuhan kriteria itu menjadikannya lebih dulu terakomodasi dalam PSN dibanding lainnya," ungkapnya.
Kepala Dinas PM-PTSP Sulsel Asrul Sani menambahkan, geliat pertambangan nikel di KIBA sudah berlangsung progresif. Apalagi, dengan 20 persen material nikel dapat diolah menjadi baterai bisa membuat KIBA sebagai pusat smelter baterai.
"Tahun lalu ada beberapa investor dari Inggris dan beberapa negara eropa yang melakukan penjajakan terhadap smelter Baterai di Bantaeng," pungkasnya.(*)
| Industri Nikel Tertekan, Pengusaha Usulkan Penundaan Kenaikan Royalti |
|
|---|
| Huadi FC Tembus Semifinal Karang Taruna Cup II 2025 |
|
|---|
| Huadi Group dan Bapenda Sulsel Sepakat Dump Truck tak Masuk Kategori Alat Berat |
|
|---|
| Huadi Group Jalin Kerjasama dengan Universitas Negeri Makassar |
|
|---|
| Bapenda-Huadi Group Bahas Pajak Alat Berat dan NJAB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/PT-Huadi-Group-Bantaeng.jpg)