Masjid Tertua Maros
Masjid Tertua Maros ‘Urwatul Wutsqa’ Bukti Penyebaran Islam, Dibangun Tahun 1854
Masjid Urwatul Wutsqa, masjid tertua di Maros, berdiri sejak 1854 dan jadi simbol penyebaran Islam di Sulawesi Selatan.
Penulis: Nurul Hidayah | Editor: Sukmawati Ibrahim
Ada pula yang mengartikan jumlah pintu ini sesuai dengan jumlah sahabat utama Nabi Muhammad SAW.
Riza menjelaskan bahwa masjid ini masih memiliki dua ornamen asli yang terjaga, yaitu bedug dan mimbar dengan pucuk berbentuk nanas.
“Nanas memiliki banyak daun dan duri, namun tidak saling menusuk, seperti dalam pelaksanaan syariat Islam. Nanas juga tidak memiliki anti-toksin atau penawar racun, itulah simbol dari ornamen nanas ini,” ujarnya.
Selain itu, bedug masjid ini juga memiliki arti khusus. Kayu bedug ini belum pernah diganti hingga saat ini.
“Kayunya diambil karena melawan arus sungai. Oleh Karaeng Turikale IV, kayu tersebut diambil dan dijadikan bedug,” jelasnya.
Masjid ini juga menjadi lokasi penyebaran tarekat Khalwatiyah Samman.
Tarekat ini diamanahkan kepada Syekh Abdul Razak Al Bugis Al Buni yang dimakamkan di Leppakomae.
Setelah menerima amanah, Syekh Abdul Razak Al Muis menetap di Turikale dan menyebarkan tarekat Khalwatiyah Samman, serta membaiat bangsawan-bangsawan di wilayah Kabupaten Maros, seperti Karaeng Turikale dan Karaeng Simbang.(*)
| Di Tengah Cuaca Panas dan Ribuan Kedatangan, PPIH Arab Saudi Bersiap Tinggalkan Bandara Demi Armuzna |
|
|---|
| Kala Prabowo Tantang Amran Swasembada Pangan 4 Tahun, Ternyata Terwujud Setahun |
|
|---|
| Ujian Persib Bandung Hanya Didampingi Asisten Pelatih di Laga Krusial Kontra PSM Makassar |
|
|---|
| Ambisi Juku Eja Akhiri Paceklik Gol saat Lawan Persib Bandung Demi Gengsi |
|
|---|
| PPIH Siapkan Jalur Khusus Murur, Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Tak Perlu Turun di Muzdalifah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/MASJID-TERTUA-MAROS-Masjid-Urwatul-Wutsqa0.jpg)