Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Afifuddin Harisah

Puasa, Kesantunan Beragama, dan Tantangan Intoleransi

Kesantunan beragama tidak hanya tercermin melalui tutur kata yang lembut, tetapi juga melalui sikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan

Tayang:
Editor: Sudirman
Afifuddin Harisah
OPINI - Afifuddin Harisah Pengasuh PP An nahdlah dan Akademisi UIN Alauddin Makassar 

Oleh: Afifuddin Harisah

Pengasuh PP An nahdlah dan Akademisi UIN Alauddin Makassar

Islam adalah agama yang mengedepankan kesantunan dan toleransi dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam interaksi antar sesama Muslim maupun dengan penganut agama lain.

Kesantunan beragama tidak hanya tercermin melalui tutur kata yang lembut, tetapi juga melalui sikap bijaksana dalam menyikapi perbedaan, termasuk perbedaan pemahaman dan praktik keagamaan.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia menghadapi tantangan serius terkait kekerasan bertendensi agama dan intoleransi yang mengancam kerukunan antarumat beragama.

Data dari SETARA Institute menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2023, terjadi 217 peristiwa dengan 329 tindakan pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia.

Angka ini meningkat dibandingkan tahun 2022, yang mencatat 175 peristiwa dengan 333 tindakan.

Korban pelanggaran ini paling banyak dialami oleh umat Kristen dan Katolik (54 peristiwa), individu (26 peristiwa), warga (25 peristiwa), pengusaha (23 peristiwa), dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (6 peristiwa.

Salah satu kasus yang menonjol adalah penyegelan Masjid Ahmadiyah di Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 2 Juli 2024.

Puluhan aparat gabungan menutup paksa masjid tersebut, yang menunjukkan ketidakmampuan negara dalam melindungi warganya dalam menjalankan ibadah dan menjamin kebebasan beragama 

Selain itu, pada 2 Mei 2023, terjadi penembakan di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat.

Meskipun motif pelaku masih dalam penyelidikan, insiden ini menambah daftar panjang kekerasan yang berlatar belakang agama di Indonesia.

Puasa sebagai Sarana Pengendalian Diri dan Pencegahan Kekerasan

Puasa dalam Islam bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga merupakan latihan spiritual untuk mengendalikan diri dan meningkatkan kualitas akhlak.

Ibadah puasa memiliki nilai utama yang disebut "imsak," yang berarti pengendalian diri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved