Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Makan Bergizi Gratis

Dinkes Takalar: 12 Murid SD Sakit Perut Usai Santap Makan Bergizi Gratis Bukan Karena Keracunan

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Nilal Fauziah mengatakan secara fisik kimia dan bakteriologi makanan tersebut dalam batas normal.

Tayang:
Penulis: Makmur | Editor: Alfian
Tribun-Timur.com/Makmur
MAKAN BERGIZI GRATIS - Belasan siswa dirawat Puskesmas Manggarabombang setelah mengeluh alami sakit perut pasca mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/2/2025). Salah satu kepala sekolah, Supriadi mengungkapkan bahwa sekolah langsung menghubungi puskesmas setelah siswa mengeluh sakit perut. 

 
TRIBUN-TIMUR.COM, TAKALAR -Dinas Kesehatan Takalar merilis secara resmi hasil uji laboratorium sampel makanan bergizi gratis yang sebabkan 12 siswa Takalar alami sakit perut dan sakit kepala.

Kepala Dinas Kesehatan Takalar, dr Nilal Fauziah mengatakan secara fisik kimia dan bakteriologi makanan tersebut dalam batas normal.

"Hasilnya Baik fisik kimia dan bakteriologis dalam batas normal," katanya kepada Tribun-Timur.com pada Kamis (27/2/2025).

dr Nilal menyampaikan hasil ini didapatkan melalui metode pemeriksaan fisik, teskit dan food termometer.

"Dengan metode pemeriksaan fisik, teskit dan food termometer," katanya.

Diberitakan sebelumnya, belasan siswa 
sekolah dasar di Takalar mengalami sakit perut setelah mengonsumsi makanan Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (26/2/2025).

Belasan siswa tersebut dilarikan dan dirawat di Puskesmas Manggarabombang.

Kepala Puskesmas, Heriyanto Ali mengatakan bahwa sebanyak 12 siswa dirawat.

12 siswa tersebut berasal dari tiga sekolah, dengan rincian 10 siswa dari SDN No 58 Lengkese, 1 siswa SDN Kapong Rengang, dan SDN Bontobaddo.

"Awalnya kami mendapatkan informasi dari Sekdes Lengkese, terus kami melakukan penjemputan dengan dua mobil ke sana," katanya.

Kepala Sekolah SDN No 58 Lengkese, Supriadi mengatakan para siswa tersebut mengeluhkan sakit perut dan sakit kepala.

"Jadi awalnya itu, makanan tiba di sekolah jam 09.02, kemudian anak-anak mulai makan jam 09.30, kemudian barangkali setengah jam berselang, sudah ada anak yang mengeluh, ada yang sakit perutnya, sakit kepalanya," ungkapnya.

Melihat kondisi siswa mengeluh, Supriadi kemudian menghubungi puskesmas Manggarabombang.

Supriadi menjelaskan bahwa menu yang yang dimakan oleh siswa adalah nasi, ikan, tahu, dan pisang.

Salah satu orang tua siswa, Karmila mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui anaknya mengalami perut setelah dibawa ke puskesmas oleh pihak sekolah.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved