Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan Bola

Tak Ada yang Abadi

Klub itu adalah Manchester City. Akhir Januari 2025 yang lalu, Paris Saint-Germain menumbangkan The Citizens 4-2 di ajang Liga Champions.

Editor: Sudirman
DOK PRIBADI
OPINI - Kolumnis Tribun Timur, Willy Kumurur 

Oleh: Willy Kumurur

Penikmat bola

TRIBUN-TIMUR.COM - Penyair abad ke sembilan belas Irlandia, Oscar Wilde, pada masanya pernah menulis, “Saat ini orang tahu harga dari segalanya dan nilai dari ketiadaan.”

Ujaran penyair ini kembali bergema tatkala sebuah klub raksasa sepakbola yang amat menggetarkan jagad raya karena prestasi dan penghasilannya, saat ini berhadapan dengan fakta betapa ia telah menjelma menjadi sebuah klub yang menuju ke ketiadaan.

Klub itu adalah Manchester City. Akhir Januari 2025 yang lalu, Paris Saint-Germain menumbangkan The Citizens 4-2 di ajang Liga Champions.

Kemudian di bulan Februari 2025, Manchester City dilumat Arsenal 5-1 di kancah English Premiere League, diusir paksa dari gelanggang Liga Champions oleh Real Madrid dengan agregat 3-6 di babak knock out; dan teranyar adalah The Reds Liverpool mempermalukan City di kendang sendiri dengan skor 0-2. 

Maka remuk redamlah raksasa Inggris itu; mereka tak lagi menakutkan seperti dulu.

Rentetan kekalahan Manchester City itu membuat ESPN, media online milik Walt Disney Company, menulis dalam lamannya, are we witnessing the end of Manchester City's incredible period of dominance? (apakah kita menyaksikan berakhirnya periode dominasi Manchester City yang luar biasa?).

Dikutip oleh Reuters, kantor berita Inggris, manajer City, Pep Guardiola, mengatakan bahwa masa-masa kejayaan Manchester City telah berakhir saat juara bertahan Liga Primer tersingkir dari Liga Champions dengan kekalahan agregat 6-3 yang memalukan dari Real Madrid.

Dahulu, Etihad Stadium adalah tempat yang menakutkan bagi tim lawan, namun sekarang markas Manchester Biru itu justru menjadi tempat angker bagi mereka sendiri.

Sejak musim 2017-2018, tim asuhan Pep Guardiola telah menjuarai Liga Inggris 6 kali dalam 7 edisi, dan kini mereka tercecer ke peringkat 4, tertinggal 20 poin dari Liverpool, pemuncak klasemen.

City menjuarai Liga Champions pada 2023, runner-up 2020-2021, dan semifinalis 2021-2022. Namun di musim ini, mereka bahkan tidak mampu mencapai babak 16 besar.

Pep Guardiola membawa Barcelona ke zaman keemasan ketika ia menjadi pelatih klub raksasa Spanyol itu di tahun 2008-2012.

Ia menghipnotis dunia bola dengan taktik tiki-taka pada era itu.

Tim-tim tangguh digilasnya dengan taktik dan filosofinya yang diterjemahkan dengan apik dan indah di lapangan oleh pemain-pemain andalannya dalam diri Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi Hernandez.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved