Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perspektif

Efektif dan Efisien

Efektif terkait mencapai tujuan yang diinginkan. Meraih hasil yang diharapkan, fokus pada kualitas dan hasil akhir.

Editor: Sudirman
Ist
OPINI - Syamril, Direktur Sekolah Islam Athirah. Syamril salah satu penulis Opini Tribun TImur. 

Karena ingin hemat, bensin hanya cukup sampai Pare-pare. Akhirnya tidak tiba di Mamuju. Bensin yang sudah digunakan tidak ada hasilnya, sia-sia karena tidak sampai ke tujuan.

Keempat yaitu tidak efektif dan tidak efisien. Ini yang paling parah. Tujuan tidak tercapai, kualitas buruk dan hasil akhir tidak sesuai harapan. Program asal jalan. Tidak peduli dengan dampak dan impact.

Tapi waktu kerja sangat lama, biaya sangat besar, SDM sangat banyak. Mungkin karena birokrasi berbelit-belit. SDM tidak kompeten. Juga ada korupsi dan biaya siluman.

Contohnya yaitu proyek pembangunan dari dana APBN yang jadi temuan KPK. Melibatkan pemerintah, anggota Dewan dan juga pelaksana. Ada mark up anggaran tapi korupsi lebih besar daripada biaya pelaksanaan realisasi.

Korupsinya kadang hingga 70 persen yang digunakan di lapangan hanya 30 persen. Contoh yg pernah ramai di berita yaitu kasus e-ktp dan  Hambalang pada era SBY.

Pada era Jokowi  projek Food Estate disebut para pengamat memboroskan anggaran tapi tidak ada hasil. Projek IKN juga dikhawatirkan demikian. 

Melihat semangat Presiden Prabowo melakukan efisiensi anggaran yang lagi ramai di media, bisa dua kemungkinan yaitu model pertama: efektif dan efisien atau model ketiga: tidak efektif dan efisien.

Tentu kita berharap semoga efektif dan efisien. Pemotongan anggaran dilakukan karena selama ini ada pemborosan. 

Ada belanja yang tidak perlu dan bisa diganti dengan cara lain seperti studi banding online sehingga tidak perlu perjalanan dinas.

Meskipun ada kritik karena kabinet dan tim di Pemerintah Pusat yang sangat gemuk. Menteri, Wamen, Staffsus dan sebagainya. Itu semua butuh biaya besar.

Jangan sampai yang terjadi model ketiga yaitu tidak efektif dan efisien. Pemotongan anggaran secara besar-besaran membuat program pembangunan berjalan asal-asalan.

Akhirnya bukan penghematan tapi pemborosan. Dana keluar meskipun kecil tapi tidak ada hasil.

Efisiensi juga bisa berdampak negatif seperti rusaknya infrastruktur karena tidak ada dana pemeliharaan.

Itu menghambat pertumbuhan ekonomi. Semoga Pemerintah cerdas dan cermat dalam mengambil keputusan. Berpikir jangka panjang bukan jangka pendek.(*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved