Ketum Golkar Bahlil Lahadalia 'Dipermalukan' Ribuan Kader Gerindra, Prabowo Malah Puji Cak Imin
Bahlil Lahadalia bersama sejumlah ketua umum Partai Politik menghadiri undangan puncak perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di SICC, Sabtu (15/2/2025).
"Bapak Presiden memerintahkan ke saya sejak dari tadi malam, tadi pagi Sampai dengan hari ini. Tugas kami Atas arahan bapak presiden adalah memastikan seluruh proses subsidi tepat sasaran," kata Bahlil.
Komisi XII DPR RI meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk berhati-hati membuat kebijakan menyangkut hajat hidup orang banyak. "Kritik kita kepada Kementerian ESDM selaku regulator agar hati-hati menyangkut hajat hidup orang banyak. Jadi harus melalui sosialisasi yang tuntas dan lain sebagainya sehingga tidak terjadi hal-hal yang terjadi seperti kemarin," kata Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Sugeng Suparwoto.
Kebijakan Kementerian ESDM mendadak membatasi distribusi elpiji ukuran 3 kg. Terutama, pembatasan dengan menghapus pengecer dari mata rantai distribusi per 1 Februari 2025.
Sugeng menilai, keputusan Kementerian ESDM ini tanpa persiapan yang matang. Alhasil, memicu kepanikan dan antrean panjang di berbagai daerah.
"Pemangkasan mata rantai distribusi di tingkat pengecer dilakukan tanpa persiapan infrastruktur yang memadai. Ini seperti orang yang biasanya beli beras di warung, kini harus beli langsung di gilingan padi," ujar legislator Partai NasDem ini.
Akibat pembatasan itu, Sugeng menyayangkan, masyarakat jadi kesulitan mendapatkan elpiji ukuran 3 kg. Mereka seperti dipaksa mencari dan menyerbu pangkalan gas.
"Kebijakan ini pada dasarnya bertujuan baik, yakni untuk memastikan subsidi elpiji 3 kg tepat sasaran. Tapi, pelaksanaannya yang tiba-tiba tanpa uji coba lapangan justru menimbulkan kekacauan di masyarakat," ujarnya.
Menurut Sugeng, secara volume pasokan elpiji 3 kg sebenarnya tetap tersedia di Indonesia. Namun, karena perubahan distribusi yang mendadak, terjadi fenomena 'panic buying' yang berujung pada antrean panjang dan kelangkaan.
"Tanpa sosialisasi dan mekanisme pengganti yang jelas, masyarakat kebingungan. Kementerian ESDM seharusnya melakukan simulasi terlebih dahulu sebelum menerapkan kebijakan ini agar tidak menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Lebih lanjut, ia juga mengingatkan, subsidi elpiji ukuran 3 kg dalam APBN 2025 mencapai Rp87 triliun. Nilai subsidi tersebut, merupakan salah satu alokasi subsidi energi terbesar. "Oleh karena itu, segala perubahan dalam distribusi harus dirancang matang agar tepat sasaran tanpa merugikan masyarakat kecil. Mereka sangat bergantung pada gas subsidi tersebut," ujarnya.
Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Mulyadi, menyambut baik instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, untuk mengaktifkan lagi pengecer menjual elpiji 3 kg.
Dikatakan legislator Partai Demokrat itu, nantinya pengecer akan menjadi sub pangkalan. "Namanya saja berubah dari pengecer menjadi sub pangkalan. Artinya itu hanya penyempurnaan sisi administratif, bukan perubahan tata pelaksanaan operasional," kata Mulyadi.
Mulyadi menegaskan, kebijakan ini sebenarnya tidak mengubah tata pelaksana operasional dari penjualan elpiji 3 kg. Hanya saja, status pengecer yang berubah menjadi sub pangkalan, dan terdata oleh sistem di Pertamina. Sehingga nantinya jumlah tabung elpiji 3 kg beserta harganya akan bisa dikontrol pemerintah.
Dengam demikian, pengecer atau sub pangkalan tidak bisa "memainkan" harga elpiji 3 kg. "Mereka di data karena selama ini pengecer tidak didata, karena bisa saja terjadi pengoplosan di pengecer kita tidak tahu itu bisa saja. Karena dengan suplai tabung 3kg yang begitu banyak kadang-kadang masih ada kekurangan, terjadi pengoplosan dan lain sebagainya," ucapnya.
"Sekarang dengan didata semua dikontrol misalnya di pangkalan ini ada berapa tabung per hari. Misalnya 1120 tabung, pengecer ini berapa, pengecer ini berapa, jadi ini menurut saya ini aspek administrasi saja yang diatur sedemikian rupa," imbuhnya.(*)
Calon Kuat Menteri Haji dan Umrah, Kepercayaan Prabowo Dampingi Sebelum Jadi Presiden |
![]() |
---|
Mantan Ketua PP Muhammadiyah Calon Kuat Menteri Haji dan Umrah, Andalan Prabowo Sebelum Presiden |
![]() |
---|
Tahun 1998 Wiranto Copot Pangkat Jenderal Prabowo, 2025 Prabowo Beri Bintang Kehormatan ke Wiranto |
![]() |
---|
Dulu Mundur PNS Dosen, Kini Lelaki 43 Tahun Itu Calon Menteri Prabowo |
![]() |
---|
Profil Sufmi Dasco Umumkan Tak Ada Lagi Tunjangan Rumah DPR Rp50 Juta |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.