Nita Amriani
Mencegah Konflik Agama di Masa Depan
Konflik yang menelan kurang lebih 5000 korban jiwa dan ratusan ribu orang yang terpaksa mengungsi.
Oleh: Nita Amriani
Mahasiswa Magister Agama dan Lintas Budaya UGM
TRIBUN-TIMUR.COM - Tahun 1999 lalu, konflik yang pernah terjadi di Ambon menjadi luka bagi kita semua.
Konflik yang menelan kurang lebih 5000 korban jiwa dan ratusan ribu orang yang terpaksa mengungsi.
Beruntung konflik tersebut dapat ditekan melalui relokasi dan pembangunan tempat ibadah. Namun, relokasi dan pembangunan tempat ibadah tidak dapat menyelesaikan konflik secara utuh.
Memang, secara permukaan masyarakat dapat hidup berdampingan dan menjalin hubungan yang baik, akan tetapi kita tidak dapat menafikkan bahwa trauma akibat konflik tersebut masih dirasakan.
Apalagi sejarah konflik tersebut masih diceritakan dari generasi ke generasi. Anak-anak yang mendengarkan cerita tersebut seolah ikut serta merasakan penderitaaan orang tua mereka.
Mereka kemudian berupaya membangun sekat dengan teman-teman yang berbeda agama dengannya. Maka timbulah stigma negatif terhadap saudara-saudara kita umat kristiani maupun agama-agama lainnya.
Implikasinya, muncul pemikiran yang menganggap bahwa kebenaran mutlak hanya milik kelompok agama tertentu dan kelompok lainnya dilabeli kafir.
Hingga saat ini, stigma tersebut dijadikan sebagai legitimasi dalam melakukan pelanggaran kebebasan beragama yang terjadi di Indonesia dan bisa menciptakan gesekan-gesekan yang lebih besar di masa depan.
Pada akhirnya, trauma akibat konflik tidak hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami konflik, tetapi mereka yang lahir pasca konflik.
Dalam artian relokasi dan pembangunan tempat ibadah tidak cukup untuk menghilangkan trauma korban akibat konflik yang terjadi. Bahkan trauma tersebut beregenerasi hingga saat ini.
Secara mental, sebagian korban belum benar-benar sembuh dari luka, dan mereka takut jika konflik tersebut akan kembali terjadi.
Kasus yang terjadi di Ambon dan berbagai tempat lainnya menjadi pengingat bagi kita semua bahwa konflik agama bisa saja terjadi di masa depan.
Menariknya, mereka yang mayoritas akan menganggap dirinya superior, dan minoritas harus tunduk kepada yang mayoritas.
| Rusdi Masse Lepas Penghasilan Rp3 M per Tahun Setelah Tinggalkan Nasdem |
|
|---|
| Cuaca Jadi Penentu, Evakuasi 5 Korban ATR 42-500 Dikebut Tiga Jam via Heli |
|
|---|
| PSM Makassar Fokus Pemain Lokal, Transfer Asing Masih Tahap Negosiasi |
|
|---|
| Basarnas: Korban Keempat ATR 42-500 Ditemukan Utuh, Identitas Belum Diketahui |
|
|---|
| Tengah Malam, Satu Lagi Korban Pesawat ATR 42-500 Diterima Tim DVI RS Bhayangkara Makassar |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Nita-4.jpg)