Objek Wisata Sejarah di Mallari Bone Butuh Perhatian Pemerintah
Namun, banyak dari potensi wisata ini masih belum mendapatkan perhatian yang cukup dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
Sayangnya, fasilitas pendukung di Goa Mimpi belum memadai, penerangan di dalam goa, yang sebelumnya disiapkan pemerintah, kini sudah tidak berfungsi sehingga para pengunjung yang datang harus menggunakan penerangan dari handphone masing-masing.
Jalanan menuju goa sebagian besar sudah dipaving blok, tetapi medan berbatu yang menantang memerlukan ekstra fisik dari para pengunjung.
Namun, semua tantangan itu terbayar tuntas saat pengunjung mencapai ujung goa, di mana pemandangan laut terbentang indah.
Goa Mimpi memiliki nilai sejarah yang tak bisa diremehkan. Pada masa kepemimpinan A. Fahsar M. Padjalangi sebagai Bupati Bone, goa ini pernah menjadi tempat upacara bendera dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI.
Pegiat wisata, Zainal yang juga merupakan Komisioner KPU Bone mengungkapkan bahwa upacara tersebut melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone.
"Mantan Ketua DPRD Bone, Andi Irwandi Burhan, pernah bertindak sebagai Inspektur Upacara di sini. Dulu sering dijadikan tempat upacara 17san oleh Pemkab,"ujarnya
Menurut Zainal, pengembangan wisata di Desa Mallari sebetulnya tidak sulit jika ada perhatian lebih dari pemerintah.
"Bagus jika ada perhatian khusus dari pemerintah untuk perbaikannya, karena masih banyak yang datang kesini untuk berkunjung atau menuntaskan nazarnya," jelasnya.
Selain itu, ia mengaku pengembangan objek wisata tersebut bisa melalui paket wisata sejarah yang menghubungkan lokasi ini dengan Tanjung Palette, destinasi wisata populer di Bone.
Perahu nelayan dapat diberdayakan sebagai alat transportasi laut, menghubungkan kedua tempat ini.
"Selain itu, area dataran di belakang goa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kafe, restoran, atau bahkan water park," bebernya.
Semua ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah desa maupun kabupaten.
Sayang, hingga kini upaya pengembangan masih terkendala minimnya penganggaran dan fasilitas pendukung.
"Padahal, jika potensi ini dimaksimalkan, Desa Mallari bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone," tandasnya.(*)
| Sosok Caming Sade Sakka Jemaah Haji Asal Bone Wafat di Madinah |
|
|---|
| BUMDes Mattirodeceng Kelola 900 Ayam Petelur, Wabup Resmikan Penjualan Perdana |
|
|---|
| Demi Masuk Sekolah, Anak Sekolah di Bone Nekat Seberangi Jembatan dalam Kondisi Banjir |
|
|---|
| Sulitnya Menangkap Ikan di Bone, Nelayan harus Berlayar hingga Perairan Selayar |
|
|---|
| Bone Sukses jadi Pembuka Yamaha MAXi Day 2026, Peserta Membludak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Potret-destinasi-wisata-yang-ada-di-Bukit-Cempalagi-Desa-Mallari-Kecamatan-Awangpone.jpg)