Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Objek Wisata Sejarah di Mallari Bone Butuh Perhatian Pemerintah

Namun, banyak dari potensi wisata ini masih belum mendapatkan perhatian yang cukup dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone. 

Tayang:
Penulis: Wahdaniar | Editor: Saldy Irawan
TRIBUN-TIMUR.COM/WAHDA
DESTINASI WISATA- Potret destinasi wisata yang ada di Bukit Cempalagi Desa Mallari, Kecamatan Awangpone (2/1/2025). Objek wisata di Mallari butuh perhatian pemerintah. 

Sayangnya, fasilitas pendukung di Goa Mimpi belum memadai, penerangan di dalam goa, yang sebelumnya disiapkan pemerintah, kini sudah tidak berfungsi sehingga para pengunjung yang datang harus menggunakan penerangan dari handphone masing-masing.

Jalanan menuju goa sebagian besar sudah dipaving blok, tetapi medan berbatu yang menantang memerlukan ekstra fisik dari para pengunjung. 

Namun, semua tantangan itu terbayar tuntas saat pengunjung mencapai ujung goa, di mana pemandangan laut terbentang indah.

Goa Mimpi memiliki nilai sejarah yang tak bisa diremehkan. Pada masa kepemimpinan A. Fahsar M. Padjalangi sebagai Bupati Bone, goa ini pernah menjadi tempat upacara bendera dalam rangka HUT Proklamasi Kemerdekaan RI.

Pegiat wisata, Zainal yang juga merupakan Komisioner KPU Bone mengungkapkan bahwa upacara tersebut melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Bone

"Mantan Ketua DPRD Bone, Andi Irwandi Burhan, pernah bertindak sebagai Inspektur Upacara di sini. Dulu sering dijadikan tempat upacara 17san oleh Pemkab,"ujarnya

Menurut Zainal, pengembangan wisata di Desa Mallari sebetulnya tidak sulit jika ada perhatian lebih dari pemerintah. 

"Bagus jika ada perhatian khusus dari pemerintah untuk perbaikannya, karena masih banyak yang datang kesini untuk berkunjung atau menuntaskan nazarnya," jelasnya. 

Selain itu, ia mengaku pengembangan objek wisata tersebut bisa melalui paket wisata sejarah yang menghubungkan lokasi ini dengan Tanjung Palette, destinasi wisata populer di Bone

Perahu nelayan dapat diberdayakan sebagai alat transportasi laut, menghubungkan kedua tempat ini.

"Selain itu, area dataran di belakang goa memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kafe, restoran, atau bahkan water park," bebernya.

Semua ini tentu membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah desa maupun kabupaten.

Sayang, hingga kini upaya pengembangan masih terkendala minimnya penganggaran dan fasilitas pendukung. 

"Padahal, jika potensi ini dimaksimalkan, Desa Mallari bisa menjadi destinasi wisata unggulan yang mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bone," tandasnya.(*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved