BUMDes Mattirodeceng Kelola 900 Ayam Petelur, Wabup Resmikan Penjualan Perdana
Hasil produksi telur nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga desa.
Penulis: Wahdaniar | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN-TIMUR.COM, BONE — BUMDes Mattirodeceng di Desa Tunreng Tellue, Kecamatan Sibulue, Kabupaten Bone, mulai mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat ekonomi desa dan mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Usaha itu diluncurkan Senin (18/5/2026) bersamaan dengan kegiatan Pasar Murah BerAmal yang dipadati warga setempat.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, hadir langsung meresmikan penjualan perdana hasil usaha ayam petelur milik BUMDes Mattirodeceng sekaligus meninjau kandang peternakan yang kini mengelola sekitar 900 ekor ayam petelur.
Turut hadir Anggota DPRD Bone Andi Nurjaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Bone A Zainal Wahyudi, Camat Sibulue Sainal Abidin, Kapolsek Sibulue, Danramil Sibulue, tokoh masyarakat, dan warga setempat.
Kepala Desa Tunreng Tellue, Haryogis Susanto, mengatakan pengembangan usaha ayam petelur menjadi salah satu langkah desa dalam membangun kemandirian ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal.
“Usaha kandang ayam petelur ini menjadi langkah nyata desa dalam menciptakan kemandirian ekonomi sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia mengatakan hasil produksi telur nantinya diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan warga desa.
“Telurnya nanti diprioritaskan dijual kepada warga kami,” katanya.
Selain peluncuran usaha BUMDes, pemerintah desa juga menggelar Pasar Murah BerAmal untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Harga telur mendapat subsidi Rp10 ribu per rak sehingga dijual Rp43 ribu dari harga awal Rp53 ribu.
Sementara minyak goreng mendapat subsidi Rp5 ribu per liter sehingga dijual Rp11 ribu dari harga normal Rp16 ribu per liter.
Salah seorang warga, Takdir (43), mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut.
“Lumayan membantu karena harga kebutuhan sekarang naik. Kalau ada pasar murah seperti ini masyarakat bisa lebih ringan belanja,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bone, Dr H Andi Akmal Pasluddin, menekankan pentingnya peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa.
Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur yang dikelola BUMDes menjadi langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah.
“BUMDes harus menjadi motor penggerak ekonomi desa. Kalau potensi desa dikelola dengan baik, maka kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” ujarnya.
Usai membuka pasar murah, Wakil Bupati Bone bersama rombongan meninjau langsung kandang ayam petelur milik BUMDes Mattirodeceng dan berdialog dengan pengelola mengenai pengembangan usaha peternakan tersebut.
| Telur Ayam Ras Turun Rp10 Ribu per Rak di Pasar Sentral Makale |
|
|---|
| Harga Telur Terus Anjlok di Parepare, Pakan Malah Melejit |
|
|---|
| 'Dulu Makan Ayam Setiap Hari, Sekarang Hanya 2 Kali Seminggu' |
|
|---|
| Delapan Ekor Ayam Mati Disita saat Penggerebekan Judi Sabung Ayam |
|
|---|
| Prospek Cerah Hidroponik Selada di Takalar, BUMDes Sitallasi Soreang Didukung Camat Mappakasunggu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/BUMDes-Mattirodecen-Bone.jpg)