Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Ketegangan Politik Amerika di Balik Pemakaman Jimmy Carter

Pemakaman Jimmy Carter bukan hanya momen duka, tapi juga panggung ketegangan politik yang mengungkap polarisasi mendalam di Amerika Serikat..

AP/JOHN AMIS
Mantan Presiden Jimmy Carter mengajar sekolah Minggu di Gereja Baptis Maranatha di Plains, Georgia, Amerika Serikat 2019 silam. Jimmy Carter dimakamkan 9 Januari 2025, di Katedral Nasional Washington, D.C. 

Oleh: Adekamwa

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi Unhas 23

TRIBUN-TIMUR.COM - Pemakaman kenegaraan mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Jimmy Carter, pada Kamis pagi, 9 Januari 2025, di Katedral Nasional Washington, D.C., bukan hanya momen duka cita nasional. 

Di balik suasana khidmat tersebut, terselip drama politik yang mencerminkan polarisasi mendalam di Negeri Paman Sam. 

Presiden AS Joe Biden (82) dan Wakil Presiden Kamala Harris (60) duduk di barisan pertama. 

Di barisan kedua, terdapat para mantan Presiden AS beserta pasangan mereka, kecuali Barack Obama, yang hadir tanpa istrinya.

Mantan presiden yang hadir termasuk George W. Bush (78), Bill Clinton (78), Barack Obama (63), dan mantan Presiden yang terpilih kembali, Donald Trump (78).

Namun, interaksi yang terbatas dan canggung di antara mereka mengungkapkan betapa  tajamnya rivalitas politik yang telah mengakar. 

Saat duka seharusnya menyatukan, perpecahan ini semakin nyata, mencerminkan tantangan besar yang dihadapi demokrasi Amerika.

Mengapa polarisasi politik sulit diatasi? Pertanyaan ini mengajak kita merenungkan keadaan politik yang terus membelah negara AS, meski dalam suasana yang seharusnya mengajak persatuan. 

Polarisasi politik di Amerika Serikat telah mencapai tingkat yang sulit ditembus, bahkan dalam momen simbolis seperti pemakaman seorang presiden.

Agenda-Setting dan Interaksionisme Simbolik dalam Komunikasi Politik

Dalam konteks komunikasi politik, fenomena di pemakaman Jimmy Carter dapat dijelaskan melalui teori agenda-setting dan framing.

Teori Agenda Setting pertama kali dikemukakan oleh Maxwell McCombs dan Donald Shaw pada tahun 1972 dalam studi klasik mereka tentang pemilihan presiden di Chapel Hill, North Carolina. 

Media memainkan peran besar dalam membingkai acara ini sebagai cerminan polarisasi politik Amerika

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved