Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini Mubha Kahar Muang

Bani Israel dan Afganistan

Kelak walau telah beragama Islam, Pasthun, suku yang disebut sebagai Afghans tetap mengaku sebagai anak-anak Israel.

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Mubha Kahar Muang, Anggota FKP DPR RI 1987-1992-1997-1998 

Pendudukan Afganistan oleh Uni Soviet ditanggapi oleh Amerika Serikat dengan mempersenjatai Mujahidin Afganistan

Pejuang Mujahidin dilatih dan didanai oleh Amerika Serikat dan Arab Saudi untuk melawan pemerintah yang didukung oleh Uni Soviet. 

Menghadapi tekanan internasional Akhirnya Uni Soviet mundur dari Afganistan setelah perang yang berlangsung tahun 1979-1989.

Keberhasilan menumbangkan pemerintahan dukungan Soviet tahun 1992, adalah keberhasilan Mujahidin. 

Tetapi pemerintahan  Mujahidin kemudian menghadapi konflik diantara mantan pejuang anti-Soviet sehingga membuat situasi tidak pernah stabil. Konflik sipil menewaskan 10.000-an jiwa bahkan lebih. 

Pada tahun 1994 muncul Taliban, faksi baru.Taliban sendiri artinya penuntut ilmu, memang awalnya anggotanya berasal dari madrasah-madrasah dan sebagian pelajar mantan Mujahidin.

Taliban dengan cepat menjadi kekuatan baru yang berhasil menguasai Kabul.Taliban memerintah dan menerapkan syariat Islam secara ketat.

Afganistan kemudian dianggap menjadi tempat berlindung organisasi yang terlibat teroris, terutama jaringan Al-Qaeda yang dipimpin Osama bin Laden. 

Setelah peristiwa serangan teroris 11 September 2001 di New York, pada 2002 Amerika Serikat dan sekutunya mendukung oposisi untuk melakukan operasi militer menjatuhkan Taliban.

Afganistan dengan ibukota Kabul pada tahun 2013 berpenduduk sekitar 31.108.077 jiwa, dengan PDB per kapita sebesar US$ 1,053 atau berada pada urutan ke-161 dunia dan termasuk kategori negara miskin. 

Hal ini adalah sebuah ironi, negaranya tergolong miskin padahal letaknya sangat strategis dan kekayaan sumber daya alamnya yang berlimpah.

Bahkan menjadi rebutan negara atau penguasa yang memiliki kepentingan di wilayah tersebut.

Belajar dari Afganistan.

Sangat penting bagi segenap komponen bangsa memahami sejarah lahirnya negeri tercinta ini.
Menyadari potensi kekayaan sumber daya alam yang dimiliki serta tantangan bangsa dan negara baik dari dalam dan luar negeri.

Menjadikan kebhinekaan sebagai kekuatan bangsa menghadapi upaya memecah belah anak bangsa dan keutuhan NKRI.

Menjadikan Pancasila dan UUD 1945 sebagai landasan pengelolaan negara dan pemerintahan.(*)

2025

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved