Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

PDIP

Pecah Kongsi PDIP, Jokowi Bantah Minta Jabatan 3 Periode 'Tanya Mega, Tanya Puan'

Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membantah dirinya pernah minta perpanjangan jabatan sebagai kepala negara.

Editor: Muh Hasim Arfah
dok Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Negara pada Selasa (7/6/2022).  Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membantah dirinya pernah minta perpanjangan jabatan Presiden.  

TRIBUN-TIMUR.COM, SOLO - Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) membantah dirinya pernah minta perpanjangan jabatan Presiden

Menurut Jokowi, dirinya tidak pernah meminta tiga periode masa jabatan sebagai Presiden RI. 

"Ini saya ulangi lagi, tidak pernah yang namanya saya meminta perpanjangan tiga periode kepada siapa pun," kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Senin (30/12).

Bahkan, Jokowi meminta agar isu tersebut ditanyakan kepada sejumlah pihak, termasuk kepada Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, maupun Ketua DPP PDIP Puan Maharani.

"Tanyakan saja ke Bu Mega, Mbak Puan, tanyakan saja ke partai. Kapan, di mana, siapa yang saya utus, enggak pernah ada," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, saat menjabat sebagai presiden, Jokowi masih tercatat sebagai kader PDIP.

Pria yang pernah menjadi Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Surakarta itu kemudian mempertanyakan soal momen keinginan tiga periode itu. 

"Kapan, di mana, atau siapa yang saya utus, enggak pernah ada, ya," ujarnya. 

Jokowi mengungkapkan rasa kecewanya lantaran pembahasan tiga periode kembali mencuat.

"Jangan menjadi framing jahat seperti itu, enggak baik," katanya. "Ya, ini saya ulang lagi tidak pernah yang namanya saya minta perpanjangan atau tiga periode kepada siapa pun," tegas Jokowi.

Namun saat ditanya apakah hal tersebut merugikan bagi dirinya, Jokowi menanggapinya dengan santai. Menurutnya itu hal biasa. “Biasa saja,” ujarnya. 

Isu mengenai Jokowi meminta perpanjangan jabatan sebagai kepala negara itu sebelumnya mencuat setelah Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap yang menjerat Harun Masiku.

Penetapan nama Hasto Kristiyanto sebagai tersangka tertuang dalam surat perintah penyidikan atau sprindik bernomor Sprin.Dik/153/DIK.00/01/12/2024 tanggal 23 Desember 2024.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Hasto memberikan pernyataan melalui keterangan video yang dibagikannya kepada media. Dalam rekaman video itu, Hasto menyindir soal pemecatan sosok yang punya ambisi kekuasaan hingga meminta perpanjangan masa jabatan menjadi tiga periode.

Dia juga menyebut ada berbagai macam intimidasi yang muncul agar sosok tersebut tidak dipecat dari partainya. Namun, Hasto tak terang-terangan menyebut siapa sosok yang dia maksud. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved