Uang Palsu UIN Alauddin
Uang Palsu UIN Alauddin, Sosiolog: Pengikisan Moralitas di Dunia Pendidikan
Hal tersebut menurutnya, menyebabkan ilmu pengetahuan yang diperoleh disalahgunakan untuk memenuhi ambisi materi.
TRIBUN-TIMUR.COM - Terbongkarnya kasus produksi uang palsu di dalam kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan mendapat reaksi berbagai kalangan.
Sosiolog Makassar menilai, peristiwa uang palsu ini mencerminkan pengikisan moralitas di dunia pendidikan.
Akibat ulah komplotan pengedar uang palsu, para pedagang mulai was-was menerima pembayaran tunai dengan uang pecahan Rp 100.000.
Ansar Aminullah mengatakan, fenomena uang palsu menunjukkan minimnya moralitas di dunia pendidikan.
Lembaga pendidikan hanya fokus pada kualitas ilmu pengetahuan tanpa memperhatikan pentingnya nilai-nilai moral bagi pendidik dan peserta didik.
Hal tersebut menurutnya, menyebabkan ilmu pengetahuan yang diperoleh disalahgunakan untuk memenuhi ambisi materi.
"Ada beberapa kasus tindak pidana terorganisir yang terjadi di dalam kampus. Peristiwa ini seolah menyadarkan kita akan terjadinya pengikisan moralitas anak bangsa, khususnya dalam upaya membawa nilai-nilai kejujuran sebagai modal berharga membangun dunia pendidikan," kata Ansar Aminullah saat dihubungi Kompas.com melalui pesan singkat, Rabu (18/12/2024).
Ansar menegaskan bahwa dunia pendidikan seharusnya lebih fokus pada pengembangan moralitas ketimbang hanya mengejar kualitas ilmu pengetahuan.
Ia mengingatkan bahwa ilmu pengetahuan yang diperoleh tanpa dilandasi moralitas bisa menimbulkan penyalahgunaan untuk mengejar kepentingan materi tanpa mempertimbangkan dampak terhadap masyarakat.
"Dunia akademik selama ini hanya sibuk dengan ilmu pengetahuan tanpa pengawasan moralitas dan aktivitas ilegal," ungkapnya.
Peredaran uang palsu yang diproduksi di dalam kampus ini telah menimbulkan kekhawatiran di masyarakat.
Beberapa pedagang di pasar-pasar Kabupaten Gowa bahkan mulai enggan menerima pembayaran tunai dengan pecahan Rp 100.000, karena khawatir menjadi korban peredaran uang palsu.
Sebelumnya, kasus produksi uang palsu di UIN Alauddin Makassar ini menjadi perhatian publik, terutama karena hasil cetakan uang palsu tersebut terbilang canggih dan sulit terdeteksi oleh alat pemindai seperti X Ray.
Rp 1,5 M Uang Palsu Cetakan UIN Alauddin Beredar, Polisi Imbau Warga Luwu Waspada dan Lapor
Polres Gowa, Sulawesi Selatan membongkar sindikat uang palsu di Perpustakaan Syekh Yusuf, Kampus II Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar.
| Jaksa Tuntut Terdakwa Uang Palsu John Panjaitan 6 Tahun, Mantan Kader PKS |
|
|---|
| Irjen Yudhiawan dan AKBP Reonald Dalam Masalah, Annar Sampetoding Lapor Propam: Saya Melawan |
|
|---|
| Dulu Tantang Hercules Kini Om Bethel Jadi Pengacara Terdakwa Uang Palsu Annar Sampetoding |
|
|---|
| Fakta Persidangan, Perempuan Misterius Berhijab Peluk Syahruna |
|
|---|
| Awal Mula Kasus Uang Palsu Terbongkar, Kamarang Berusaha Tipu Agen BRI Link Pallangga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Tampang-tersangka-sindikat-uang-palsu-ditangkap-di-Sulawesi-Barat.jpg)