Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Perspektif

Unwanted Leader 

Setelah berkuasa selama 24 tahun akhirnya Bashar al-Assad tumbang pada 9 Desember 2024.

Editor: Sudirman
Ist
Syamril, Direktur Sekolah Islam Athirah 

Untuk mencapainya dia menghalalkan segala cara. Itulah yang dilakukan Bashar al-Assad. Jika ada yang menghalanginya akan dihadapi dengan penangkapan, penyiksaan, hingga pembunuhan. 

Leader di tempat kerja yang keblinger menurut Noorma (2021) memiliki ciri yaitu dia banyak membangun pencitraan.

Lebih fokus untuk dapat dilihat oleh orang banyak dan menjadi terkenal karena posisinya.

Narsis di sosial media. Ingin selalu dipuji. Tidak visioner, kurang kreatif, tidak inovatif, tidak solutif. Juga tidak mampu belajar dari pengalaman untuk diterapkan di situasi baru.

Ciri ketiga yaitu kuper atau kurang pergaulan. Tidak bisa bersosialisasi. Tidak mau berdialog untuk mengenali dan memahami perbedaan pendapat dan keberagaman rakyatnya.

Perbedaan dilihat sebagai musuh sehingga harus dibasmi dan dihabisi. Hanya pikiran dan alirannya saja yang dianggap benar. Itulah yang dilakukan Bashar al-Assad

Leader di tempat kerja yang kuper menurut Noorma (2021) memiliki ciri yaitu kurang mengenal dan membangun kedekatan dengan anggota timnya. Kurang mampu mengembangkan tim dan menciptakan leader baru.

Tidak mampu beradaptasi dengan perubahan. Tidak memiliki dorongan untuk berkembang secara berkelanjutan. Tidak berusaha untuk belajar dari partner, tim, dan lingkungan kerjanya.

Ciri keempat yaitu keder yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya takut, gentar dan gemetar.

Takut menghadapi orang banyak. Takut memasuki wilayah baru. Takut menghadapi masalah baru yang belum dikuasai. Meskipun terlihat sangat berkuasa tapi miliki sifat pengecut.

Berani berbuat tapi tidak berani bertanggung jawab. Lihatlah Bashar al- Assad yang lari meninggalkan negerinya karena takut  mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. 

Itulah empat ciri unwanted leader (pemimpin yang tidak diinginkan) yaitu angker, keblinger, kuper dan keder.

Semoga kita terhindar dari keempat ciri di atas. Semoga kita dapat menjadi pemimpin yang dirindukan karena peduli, penyayang, sadar diri, rendah hati, bergaul dan bersosialisasi serta berani menegakkan kebenaran dan keadilan. Selamat mencoba.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved