Perspekftif
Hikmah Peristiwa
Setiap orang ingin memiliki kekuatan, bijaksana, keberanian, dan rasa cinta.
Banyak ahli mengatakan generasi Z memiliki mental yang lemah. Penyebabnya karena dalam hidupnya jarang menghadapi kesulitan.
Hidupnya serba mudah dari fasilitas orang tua. Juga kemajuan teknologi membuat segalanya mudah. Untuk itu perlu pandai dan bijak dalam mendidik anak di era sekarang ini.
Bait kedua berbunyi: "saya memohon agar menjadi bijaksana... dan Allah memberi saya masalah untuk diselesaikan".
Lihatlah orang tua yang bijaksana. Mereka telah makan asam garam kehidupan.
Masalah yang menghadang dihadapi dan diselesaikan. Hal itu membuatnya memiliki pengalaman yang saripatinya menjadi hikmah atau kebijaksanaan.
Bait ketiga berbunyi: "saya memohon keberanian dan Allah memberikan hambatan untuk dilewati".
Hambatan dalam hidup membuat manusia tertantang untuk melaluinya. Dalam permainan outbond, biasanya diberikan banyak hambatan pada perjalanan menuju finish.
Hambatan itu bertujuan untuk melatih keberanian dan kekompakan. Demikian pula dalam kehidupan nyata. Ada banyak hambatan hidup yang membuat manusia berani melangkah lebih jauh.
Bait keempat berbunyi: "saya memohon rasa cinta dan Allah memberikan orang-orang bermasalah untuk dibantu".
Rasa cinta, empati dan peduli tidak akan muncul tiba-tiba. Rasa itu diasah dalam kehidupan nyata. Allah mempertemukan kita dengan orang-orang yang butuh pertolongan.
Menolong orang lain dengan tulus akan mengasah rasa cinta dan kasih sayang dalam diri kita. Juga membuat kita bahagia karena membahagiakan orang lain.
Ada rahasia, hikmah dan maksud Allah pada setiap peristiwa. Jangan hindari kotak hitam yang berisi kesulitan, masalah, hambatan dan orang-orang bermasalah.
Tapi hadapi, hayati dan nikmati agar dapat kotak biru yang berisi kekuatan, bijaksana, keberanan dan rasa cinta.
Allah berfirman: "... boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah Mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Q.S. Al Baqarah: 216).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Syamril-Direktur-Sekolah-Islam-Athirah-201.jpg)