Politeknik STIA LAN Makassar Wisuda 303 Sarjana dan Magister
Politeknik STIA LAN Makassar wisuda 303 lulusan sarjana dan magister. Lulusan siap berkontribusi pada tantangan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Politeknik Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Lembaga Administrasi Negara (LAN) mencetak ratusan lulusan baru. Prosesi wisuda berlangsung khidmat di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, pada Sabtu (30/11/2024).
Sebanyak 303 wisudawan dikukuhkan sebagai lulusan STIA LAN Makassar, terdiri dari 169 lulusan sarjana terapan dan 134 wisudawan magister terapan.
Wisuda Politeknik STIA LAN Makassar kali ini mengangkat tema "Mencetak Generasi Unggul dan Mandiri melalui Pendidikan Vokasi Administrasi untuk Indonesia Emas 2045".
Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Sulaeman Fattah, menjelaskan bahwa generasi unggul dan mandiri adalah generasi yang memiliki kualitas tinggi dalam berbagai aspek kehidupan serta mampu berkontribusi bagi bangsa dan negara.
"Generasi unggul yang berkualitas adalah generasi yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang baik, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan," jelas Dr. Sulaeman Fattah.
"Sedangkan generasi mandiri adalah generasi yang merdeka, berdaya, dan berguna, serta tidak hanya mengkritik tanpa memberi solusi," tambahnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, peningkatan daya saing telah diformulasikan, di antaranya melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) P1 yang terlisensi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sejak tahun 2022.
Saat ini, LSP Politeknik STIA LAN Makassar menawarkan lima skema Sertifikasi Kompetensi yang relevan.
Skema tersebut antara lain:
Skema Sertifikasi Okupasi Analis Kebijakan Ahli Pertama.
Skema Sertifikasi Okupasi Perencana Ahli.
Skema Sertifikasi KKNI Jenjang 4 di Bidang Kewirausahaan Industri.
Skema Sertifikasi Okupasi Analis Sumber Daya Manusia.
Skema Sertifikasi Okupasi Pelatihan dan Pengembangan.
Adapun lulusan terbaik pada jenjang sarjana Program Studi Administrasi Pembangunan Negara adalah Dirga Perdana dengan IPK 3,97.
Kedua, dari Administrasi Bisnis Sektor Publik, Adiva Rachmat dengan IPK 3,9.
Dari Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur, Marwah dengan IPK 3,9.
Kemudian, di jenjang magister, Program Studi Manajemen Pembangunan, Mursalim meraih IPK 3,93.
Program Studi Kebijakan Pembangunan, Farid Assyhadi dengan IPK 3,96.
Selanjutnya, dari Manajemen SDM Aparatur, Hinrawati dengan IPK 4,00.
Serta Program Studi Administrasi Pelayanan Kesehatan, Dahniar Hasyim dengan IPK 3,96.
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, yang turut hadir, mengungkapkan sejumlah tantangan bagi lulusan STIA LAN Makassar, khususnya terkait peran mereka dalam masyarakat.
Ia menyebutkan ada empat isu strategis di Sulsel yang harus menjadi perhatian lulusan STIA LAN, di antaranya:
Angka fertilitas remaja yang tinggi.
Kematian maternal, yang salah satu penyebabnya adalah kurangnya ketersediaan infrastruktur yang memadai.
Akses bagi penyandang disabilitas.
Angka migrasi muda, fenomena anak muda yang berbondong-bondong ke ibukota untuk mengadu nasib, yang menyebabkan desa kekurangan pemuda visioner untuk membangun daerah.
"Kita ingin memberikan keadilan dalam memberikan layanan," kata Jufri Rahman. "Bekali adik-adik kita untuk mencintai desanya, untuk membangun dari desa," tambahnya.
Sementara itu, Plt Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq, mengungkapkan bahwa tugasnya kini adalah mencetak generasi bertalenta, mengingat tantangan di masa depan semakin ketat.
"Daya saing talenta kita di global masih rendah. Ada sesuatu yang perlu diperhatikan. PR kita adalah bahwa dengan ijazah saja tidak cukup. Dunia sangat pesat berubah, dan ada sesuatu yang menuntut lebih dari sekadar ijazah, yaitu kompetensi," ujar Muhammad Taufiq.
Dia juga melihat fenomena unik, yaitu penyumbang angka pengangguran tertinggi berasal dari universitas.
Hal ini menjadi ironi, karena kampus hadir untuk mencetak generasi yang siap menyerap dunia kerja.
Menurutnya, dunia akan semakin berkembang pesat, membuka berbagai sektor ekonomi, mulai dari ekonomi hijau, ekonomi digital, ekonomi kreatif, hingga ekonomi biru.
"Sekarang, kita menghadapi era 'learning worker', pekerja yang terus belajar. Ini adalah sebuah tantangan," tegasnya. (*)
| Imigrasi Terapkan Layanan Makkah Route, Permudah JCH di Arab Saudi |
|
|---|
| 144 Siswa SMAN 21 Makassar Antusias Ikuti Sosialisasi Inklusi Keuangan Askrindo |
|
|---|
| Cekcok Anak Berujung Duel Ayah di Pulau Kodingareng Makassar, Satu Tewas |
|
|---|
| Galaxy Makassar City Target Promosi ke Liga 3, Bakal TC di Malang Hadapi Putaran Nasional Liga 4 |
|
|---|
| Kartini di Era Digital, Antara Literasi dan Nuditas Percakapan di Ruang Privat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/stia-lan-wisuda-hari-ini30.jpg)