UMI
Puluhan Mahasiswa yang Ditangkap saat Demo Ricuh 3 Dekade Amarah UMI Dipulangkan
ericuhan terjadi saat sejumlah pria berjaket ojek online mendatangi pendemo yang menutup jalan.
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Sudirman
Ringkasan Berita:
- Puluhan mahasiswa yang ditangkap usai demo peringatan tiga dekade Tragedi Amarah di Kampus UMI Makassar akhirnya dipulangkan kurang dari delapan jam setelah diamankan.
- Sebelumnya, aksi yang berlangsung di Jalan Urip Sumoharjo berujung ricuh akibat bentrokan antara pendemo dan sejumlah driver ojek online.
- Polisi sempat mengamankan 109 mahasiswa serta menyita sejumlah senjata tajam sebelum akhirnya seluruh mahasiswa dibina dan dipulangkan.
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Puluhan mahasiswa yang ditangkap saat demo peringatan tiga dekade April Makassar Berdarah (Amarah) di Kampus UMI, dipulangkan.
Demo diwarnai aksi penutupan Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (24/4/2026) malam berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi saat sejumlah pria berjaket ojek online mendatangi pendemo yang menutup jalan.
Kedatangan driver ojol ini membuat pendemo berlarian masuk ke dalam kampus hingga terjadi perlawanan.
Aksi saling lempar batu dan petasan antara pendemo dan kelompok ojol tak terhindarkan.
Polisi yang tiba di lokasi meminta driver ojol meninggalkan kampus.
Baca juga: Puluhan Mahasiswa Ditangkap Usai Demo Peringatan Amarah UMI Berakhir Ricuh
Setelah itu, polisi melakukan penyisiran dalam kampus dan mengamankan puluhan mahasiswa.
Polisi juga menyita sejumlah senjata tajam, jenis busur, badik, kerambit dan senjata rakitan Papporo.
Kurang dari 8 jam, mahasiswa yang diamankan di Polrestabes Makassar itu, dipulangkan.
Hal ini disampaikan Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin.
"Sudah dipulangkan tadi jelang pagi. Mereka cuma didata, diambil keterangan dan dibina, setelah itu dipulangkan," ujarnya dikonfirmasi, Sabtu (25/4/2026) siang.
"Sekarang sudah tidak ada lagi mahasiswa yang diamankan di kantor, semua sudah dipulangkan," tambahnya.
Diketahui ada tiga mahasiswa UMI yang gugur dalam penyerbuan aparat kepolisian dalam kampus UMI, pada 24 April 1996.
Ketiganya adalah Andi Sultan Iskandar, Muh Tasrif, dan Syaiful Bya.
Nama mereka terus dikenang sebagai simbol perjuangan mahasiswa Makassar.
| FK UMI dan Basarnas Makassar Kolaborasi Kedaruratan |
|
|---|
| Hadiri Rakornas ALPTKSI, Prof Dirgahayu: UMI Tidak Sekadar Hadir, Kami Datang untuk Menguatkan |
|
|---|
| Tak Lelah Suarakan Kemerdekaan, Mahasiswa UMI Nyanyikan 'Free Palestina' di Acara Wisuda |
|
|---|
| Wisuda 3.024 Mahasiswa Rampung, Rektor UMI: Profesi Bukan Sekadar Pekerjaan, Tetapi Amanah |
|
|---|
| Profil Brigjen Helmi Kwarta Kusuma Putra Wakapolda Sulteng, Istrinya Lulus Magister Hukum di UMI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/2026-04-25-Puluhan-mahasiswa-diamankan-polisi-buntut-demo-peringatan-Amarah.jpg)