Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Partai Pengusung Andalan Hati Disebut Tak Total, PSI Sulsel Klaim Solid: Bahkan Kaesang Turun

Disebut tak total menangkan Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi di Pilgub Sulsel, PSI Sulsel klaim terjun langsung.

Penulis: M Yaumil | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/M YAUMIL
Ketua PSI Sulsel Muhammad Surya dan Sekretaris PSI Sulsel Maqbul Halim. 

Kemudian, untuk dua partai besar seperti Gerindra dan Golkar belum kerja maksimal.

Alasan mendasarnya karena tidak ada kader partai dalam kubu tersebut.

Kapal besar koalisi Andalan Hati terancam karam.

“Kalau pandangan saya yang jalan selama ini hanya Nasdem, itu juga karena ada kader Nasdem disitu,” katanya kepada Tribun-Timur.com, Sabtu (9/11/2024).

“Sementara dua partai besar Golkar dan Gerindra tentu merasa tidak punya hubungan emosional dengan salah satu diantaranya,” jelas Direktur Nurani Strategic.

Konsultan politik itu menyebutkan bahwa ketua-ketua partai tidak menggerakkan mesin politik di akar rumput untuk memenangkan Andalan Hati.

Nurmal Idrus menjelaskan memang sulit mengkonsolidasikan kekuatan besar dalam satu kapal.

Hal itu bahkan bisa menjadi sebaliknya atau menjadi bumerang.

Tidak ada ikatan emosional antara partai dengan jagoan usungannya.

Akibatnya, pemilih bisa saja mengalihkan dukungannya atau tidak mencoblos.

Andalan Hati sebisa mungkin menggaet partai-partai besar ini.

Karena partai yang memiliki struktur sampai akar rumput.

 “Golkar merasa bukan kader saya Gerindra juga merasa seperti itu. Kalau kita lihat pak Andi Iwan Aras dan Taufan Pawe tidak maksimal kelihatan ke Andalan Hati,” tutur mantan ketua KPU Makassar itu.

“Tidak boleh ditinggal begitu saja biar bagaimana dua partai ini punya struktur di bawah. Karena partai ini punya jaringan sampai tingkat desa level terdekat dengan pemilih, kalau tidak digerakkan mereka juga akan sulit tidak maksimal,” pungkasnya.

Dia menambahkan kondisi ini bukan berarti menguntungkan Danny Pomanto-Azhar Arsyad.

Pasalnya, belum bisa dipastikan bahwa pemilih Golkar dan Gerindra akan pindah pilihan.

“Paling pertama mempengaruhi elektoral. Kedua belum tentu juga pemilih Golkar dan Gerindra akan lari ke Danny Pomanto, kalau pada akhirnya tidak digerakkan pengaruhnuya tidak terlalu besar kepada Andalan,” pungkasnya.(*)

Laporan Kontributor Tribun Timur, M Yaumil

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved