Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Pendidikan Vokasi Menjawab Kebutuhan Industri dan Masyarakat

Seperti dilakukan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang memproduksi cokelat olahan seperti cokelat Politani Pangkep.

tribun.timur.com
Suasana Journalist Bootcamp 2024 oleh Konsorsium Perguruan Tinggi Penyelenggara Pendidikan Vokasi (PTPPV) Sultanbatara, Sabtu (2/11/2024). Kegiatan di Ajt Hills Malino selama dua atau sejak 2-3 November 2024. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Pendidikan vokasi memiliki peran strategis mengembangkan potensi daerah.

Hal itu karena fokus pendidikannya terintegrasi dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

Selain itu, pendidikan vokasi mampu merancang program studi spesifik bagi kebutuhan ekonomi lokal.

Seperti dilakukan mahasiswa Politeknik Pertanian Negeri Pangkep yang memproduksi cokelat olahan seperti cokelat Politani Pangkep.

Tidak hanya itu, dengan orientasi keterampilan, pendidikan vokasi mencetak lulusan siap mengisi peluang kerja di berbagai sektor sesuai karakteristik daerah.

Seperti pertanian, pariwisata, perikanan yang bisa mendorong ekonomi masyarakat.

Meski demikian, pendidikan vokasi harus merespons berbagai tantangan dunia kerja yang semakin cepat.

Selain menyiapkan tenaga kerja lokal terampil, pendidikan vokasi juga dapat menjadi pusat inovasi bagi daerah.

Dengan kerja sama pemerintah daerah dan industri, pendidikan vokasi dapat menciptakan solusi lokal untuk masalah daerah.

Baca juga: Konsorsium PTPPV Sultanbatara Gelar Journalist Bootcamp 2024 di Malino Gowa

Pendidikan vokasi tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tapi juga sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan.

Dengan demikian, potensi daerah akan memperkuat ekonomi lokal, mengurangi tingkat pengangguran dan juga mendorong kesejahteraan masyarakat.

Pendidikan vokasi juga memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, terutama di era globalisasi yang semakin menuntut keterampilan khusus.

Melalui pendidikan vokasi, masyarakat lokal dapat memperoleh keterampilan praktis dan spesifik langsung bisa diaplikasikan di dunia kerja.

Sehingga menghasilkan tenaga kerja siap pakai.

Selain itu, pendidikan vokasi yang berfokus pada kebutuhan industri lokal akan menciptakan sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Ketika masyarakat memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri lokal, mereka tidak hanya bisa bekerja di perusahaan atau usaha yang sudah ada, tapi berpotensi ciptakan lapangan kerja baru melalui wirausaha.

Hal ini tentu berdampak pada peningkatan taraf hidup masyarakat dan penurunan tingkat pengangguran di daerah. (*)

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

Yokohama

 

Ayo, ke Timur

 
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved