Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilwali Makassa4

3 Srikandi PKB Kecam Ketua NasDem Sulsel Rusdi Masse

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menanggapi keras pernyataan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS).

IST
Tiga srikandi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menanggapi keras pernyataan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tiga srikandi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menanggapi keras pernyataan Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse Mappasessu (RMS).

Ia dianggap merendahkan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sulsel, Azhar Arsyad.

Dalam orasi politik di Lapangan Bosowa, Pinrang, pada 30 Oktober 2024, RMS menyebutkan bahwa sebagai "orang Pinrang," Azhar tidak memberikan kontribusi berarti bagi daerah. 

Ucapan ini menuai kecaman tajam dari kader PKB, termasuk ketiga srikandi yang berpartisipasi dalam menanggapi.

Anggota DPRD Kabupaten Pinrang, Andi Nurafifah Hartono, menyebut pernyataan RMS sebagai bentuk kesombongan.

Ia mengingatkan bahwa hasil Pilkada Sidrap 2018, di mana istri RMS, Fatmawati Rusdi, kalah, menjadi pelajaran penting bahwa kesombongan tidak mendatangkan hasil baik dalam politik. 

"Hidup ini ibarat roda; yang di atas bisa jatuh, dan yang di bawah bisa bangkit," tegasnya.

Andi Ifa, srikandi termuda dari PKB Pinrang, menambahkan bahwa orasi RMS justru akan memperkuat solidaritas masyarakat untuk memenangkan pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad. 

"Masyarakat sudah cerdas dalam memilih. Ewako sikampong (satu kampung)," ujarnya.

Aktivis perempuan Tim Panzer, Andi Indra Hardianti, menilai ucapan RMS provokatif dan berpotensi memicu konflik politik sektarian. 

"Kita harus biarkan masyarakat menentukan pilihan tanpa provokasi," katanya, menekankan pentingnya menghargai sosok putra asli daerah.

Sufiani Zulkifli, Ketua Garda Bangsa Sulsel, menganggap pernyataan RMS sebagai penghinaan.

Ia menjelaskan bahwa Azhar Arsyad, yang menjabat anggota legislatif Sulsel, telah memberikan kontribusi signifikan melalui berbagai kebijakan, termasuk Perda untuk pesantren dan pertanian organik.

Sementara itu, DPW NasDem Sulsel mencoba meluruskan tudingan terhadap RMS. 

Juru Bicara DPW, Mustaqim Musma, menegaskan bahwa RMS tidak bermaksud merendahkan Azhar, melainkan menggunakan gaya komunikasi politik untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang kontribusi bagi daerah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved