Debat Kandidat Calon Bupati Barru Menuai Sorotan, Gedung Tidak Representatif
Ruangan debat panas walaupun telah menggunakan empat AC duduk, kemudian ditambah beberapa kipas angin.
Penulis: Darullah | Editor: Saldy Irawan
TRIBUNTIMUR.COM, BARRU - Gelaran debat kandidat Pilkada Barru tahap pertama menuai sorotan.
Pasalnya lokasi debat tahap pertama ini dianggap tidak representatif.
Ruangan debat panas walaupun telah menggunakan empat AC duduk, kemudian ditambah beberapa kipas angin.
Dan begitupun dengan sound sistem yang digunakan dalam debat tersebut, juga tidak representatif, suaranya kurang jelas.
Dan mic duduk yang telah disiapkan di podium peserta debat juga tidak berfungsi.
Sehingga peserta debat harus menggunakan mic genggam dalam menyampaikan visi-misinya.
Debat kandidat tahap pertama ini berlangsung di Gedung Islamic Center Barru, Jl Sultan Hasanuddin, Kelurahan Sumpang Binangae, Kabupaten Barru, Sulsel, Rabu (30/10/2024).
Dari pantauan TribunTimur.com tidak sedikit undangan debat yang merasa gerah dan mengipas-ngipas.
Beberapa pihak menyoroti pemakaian gedung yang dinilai tidak layak untuk menggelar debat seperti ini.
Salah seorang Anggota Tim Paslon Bupati Barru dari nomor urut 2, Muhamad Bahri menilai bahwa gedung ini tidak representatif untuk tempat menggelar debat.
"Kondisi ruangan yang tidak nyaman dan sangat mengganggu paslon kami dalam melakukan debat karena tidak konsentrasi dengan adanya suasana yang tidak nyaman," ujarnya.
"Beberapa kali paslon kami berusaha untuk mengelap keringat yang menganggu konsentrasinya saat debat," ucap Bahri.
"Kondisinya tidak nyaman, panas karena tidak dilengkapi dengan alat pendingin yang memadai," tandasnya.
Debat tersebut diikuti tiga palson Bupati dan Wakil Bupati Barru, diantaranya yaitu:
Nomor urut 1 pasangan H Muh Aras dan Aska Mappe.
Nomor urut 2 pasangan Ulfa Nurul Huda dan Mudassir Hasri Gani.
Dan nomor urut 3 pasangan Andi Ina Kartika Sari dan Abustan Andi Bintang.
Laporan jurnalis TribunTimur.com, Darullah
| Pilkada DPRD: Solusi atau Kemunduran Demokrasi? |
|
|---|
| Beginilah Nasib KPU, Bawaslu dan Lembaga Survei saat Pemilu di DPRD |
|
|---|
| Pengamat: Pilkada Lewat DPRD Bikin KPU Bawaslu dan Lembaga Survei Tak Lagi Bertaji |
|
|---|
| PPP Bulukumba Tak Sejalan Gerindra dan Golkar, Tolak Keras Pilkada di DPRD |
|
|---|
| Mengapa Pilkada Lewat DPRD Adalah Langkah Mundur? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/barru-2024-4444.jpg)