Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Danny Pomanto-Azhar Nilai Andi Sudirman Jawab Asal-asalan: Lain Ditanya, Lain Dijawab

Menurut Danny dan Azhar, banyak jawaban yang diberikan oleh Andi Sudirman tidak selaras dengan pertanyaan yang diajukan di debat.

Penulis: Erlan Saputra | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM/ERLAN SAPUTRA
Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Danny Pomanto-Azhar Arsyad usai debat perdana Pilgub Sulsel di Hotel Four Points by Sheraton, Makassar, Senin (28/10/2024) malam. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pasangan Cagub-Cawagub Sulsel, Danny Pomanto dan Azhar Arsyad, prihatin terhadap jawaban pasangan calon Andi Sudirman dan Fatmawati Rusdi dalam debat perdana Pilgub Sulsel yang berlangsung, Senin (28/10/2024) malam. 

Menurut Danny dan Azhar, banyak jawaban yang diberikan oleh Andi Sudirman tidak selaras dengan pertanyaan yang diajukan.

Salah satu contohnya, mengenai permasalahan pendidikan di daerah pelosok.

Azhar Arsyad meminta jawaban jawaban konkret terkait persoalan kesenjangan pendidikan yang dialami anak-anak di desa-desa terpencil di Sulsel

Namun, jawaban dari pasangan Andi Sudirman-Fatmawati dinilainya justru menyimpang dari esensi masalah yang diangkat.

"Misalnya saya tanya soal masalah pendidikan, saya sebenarnya mengapresiasi soal jumlah anak-anak yang nantinya bisa diterima di perguruan tinggi, tapi menurut saya itu bukan masalah utama," ujar Azhar. 

"Yang saya tanyakan adalah soal disparitas, bagaimana anak-anak kita di desa banyak yang tidak bisa sekolah dan tidak punya kesempatan menikmati pendidikan yang layak. Di mana peran pemerintah provinsi dalam hal ini?" tambahnya.

Baca juga: Danny Pomanto Sindir Andi Sudirman soal Peran Pemprov Sulsel di F8 Makassar

Azhar juga mencontohkan masalah di Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, khususnya di wilayah Bakaru. 

Di wilayah tersebut, hanya ada beberapa sekolah menengah pertama (SMP).

Namun, belum tersedia fasilitas sekolah menengah atas (SMA)-sederajat.

Hal ini membuat banyak siswa terhambat melanjutkan pendidikan ke tingkat berikutnya. 

"Di Daerah Bakaru, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang, ada beberapa SMP, tapi tidak ada SMA," tambahnya.

Terlebih, jawaban Andi Sudirman yang justru membahas "smart board" atau fasilitas pendidikan canggih.

Menurut Azhar, sekolah smart board sangat tidak relevan dengan kondisi pendidikan di pelosok. 

"Kenapa malah cerita soal sekolah smart board? sekolah Smart board itu hanya untuk anak-anak kaya yang menikmati, bukan untuk anak-anak di pelosok," tegas Azhar.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved