Ngopi Akademik
Kabinet Merah Putih
Dapat dimaklumi bahwa setiap pembentukan kabinet selalu menjadi sorotan penting pasca pemilu.
Oleh: Rahmat Muhammad
Kaprodi S3 Sosiologi Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM - Eforia warga bangsa ini sedang tersedot oleh tarikan dinamika dari Istana Negara sehubungan dengan kondisi politik Indonesia pasca pelantikan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.
Dapat dimaklumi bahwa setiap pembentukan kabinet selalu menjadi sorotan penting pasca pemilu.
Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mau tak mau harus siap bekerja untuk menghadapi tantangan besar yang dihadapi Indonesia.
Kabinet ini terbentuk melalui proses yang mencerminkan power sharing, di mana partai-partai pendukung koalisi mendapat porsi dalam penempatan posisi strategis.
Namun, tantangan yang lebih besar adalah bagaimana kabinet ini bisa menjaga keseimbangan antara tuntutan politik koalisi dan memenuhi harapan rakyat.
Pada pidato perdananya sebagai Presiden pada 20 Oktober 2024, Prabowo menyampaikan 25 poin penting yang menegaskan arah kebijakannya.
Salah satu isu krusial yang diangkat adalah pemberantasan korupsi. Prabowo menegaskan bahwa korupsi adalah ancaman besar bagi negara, menyebar di kalangan pejabat di segala tingkatan, dan bahkan melibatkan pengusaha yang tidak nasionalis.
Pemberantasan korupsi di segala lini menjadi salah satu prioritas utama.
Presiden menekankan bahwa pejabat di semua level, terutama mereka yang berada di pucuk pemerintahan, harus memberi contoh sebagai pemimpin yang benar-benar bersih dan berintegritas.
Selain pemberantasan korupsi, Prabowo juga menyoroti kondisi kesejahteraan rakyat.
Di balik angka-angka statistik yang mungkin terlihat positif, masih ada kenyataan bahwa banyak anak-anak di Indonesia yang pergi ke sekolah tanpa sarapan, atau keluarga yang kesulitan membeli pakaian seragam. Ini mencerminkan kesenjangan sosial yang masih sangat nyata.
Prabowo menegaskan pentingnya tidak terburu-buru merasa puas dengan pencapaian statistik, karena masih banyak rakyat yang belum merasakan peningkatan kualitas hidup.
Dalam konteks ini, kabinet diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang benar-benar berorientasi pada rakyat, dengan memperhatikan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, dan papan.
Presiden Prabowo juga menargetkan Indonesia untuk mencapai swasembada pangan dan energi dalam waktu 4-5 tahun mendatang.
Sumber daya alam Indonesia, termasuk potensi energi nabati, air, dan panas bumi, akan dimanfaatkan secara optimal untuk mewujudkan kemandirian ini.
Kabinet Merah Putih memiliki tugas besar dalam menciptakan kebijakan yang mendukung kemandirian ekonomi ini, terutama dengan fokus pada hilirisasi industri di semua lini produksi, yang bertujuan menambah nilai tambah pada produk-produk dalam negeri.
Tidak hanya itu, Prabowo juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan bangsa dan menciptakan demokrasi yang santun dan sesuai dengan adat serta budaya Indonesia.
Demokrasi yang diinginkan adalah demokrasi yang mampu menyatukan, bukan memecah belah.
Ia menekankan bahwa dalam berpolitik, persaingan dan koreksi harus dilakukan tanpa kebencian dan caci maki, tetapi dengan sikap yang menghormati satu sama lain.
Kabinet diharapkan mampu menjaga stabilitas politik dan demokrasi yang sehat, yang akan menjadi fondasi bagi pembangunan bangsa ke depan.
Pidato ini juga menyoroti pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia dari eksploitasi yang merugikan.
Prabowo menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam harus dijaga agar tidak dijual murah kepada pihak asing, dan harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Indonesia.
Dalam hal ini, kabinet memiliki tugas berat untuk memastikan kedaulatan ekonomi Indonesia melalui pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan.
Dengan Kabinet Merah Putih yang telah siap bekerja, tantangan besar yang dihadapi tidak hanya berasal dari dinamika politik internal, tetapi juga dari kondisi ekonomi global yang semakin kompleks.
Prabowo juga menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia akan tetap bebas dan aktif, memastikan Indonesia menjadi negara yang baik dalam menjaga hubungan internasional dengan semua pihak, baik regional maupun global.
Kini saatnya bagi Kabinet Merah Putih untuk mewujudkan janji-janji yang disampaikan selama masa kampanye, dengan fokus pada kesejahteraan rakyat, pemberantasan korupsi, dan kemandirian nasional.
Masyarakat Indonesia menanti langkah-langkah konkret dari kabinet ini untuk membawa perubahan nyata yang akan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.