Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Pilgub Sulsel

Azhar Arsyad Bakal Sowan ke Ketua NU Luwu di Lamasi

Azhar Arsyad dijadwalkan mengunjungi empat titik untuk bertatap muka dengan masyarakat di Luwu Raya.

Penulis: Muh. Sauki Maulana | Editor: Hasriyani Latif
Tribun Timur
Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Azhar Arsyad bakal kampanye di Luwu Raya. 

TRIBUN-TIMUR.COM, LUWU - DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Luwu, bakal sambut kedatangan Calon Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Azhar Arsyad.

Ketua PKB Sulsel itu dijadwalkan kampanye di Luwu, Sabtu (19/10/2024).

Wakil Ketua DPC PKB Luwu, Sunaryo Mande mengaku Azhar dijadwalkan mengunjungi empat titik untuk bertatap muka dengan masyarakat.

"Kita sudah sampaikan ke anggota DPRD Luwu, Fraksi PKB. Jadi akan ada empat titik, sesuai dengan Dapil anggota dewan kita," bebernya, Jumat (18/10/2024).

"Pertama di Desa Lumarin, tempat Pak Aripin di Dapil 3. Kemudian ke Desa Salubua, tempat Pak Sukardi di Dapil 2, setelahnya ke tempat Pak Suparman di Dapil 4, lanjut terakhir ke tempat Pak Maschin di Dapil 5," tambahnya.

Selain menemui warga, jagoannya itu juga akan sowan ke pesantren di Desa Bonelemo, Kecamatan Bajo Barat milik Ustadz Haidir.

"Kemungkinan sore, terus ke Kota Palopo. Kemudian istirahat. Lanjut lagi di Lamasi, sowan dengan ke Ketua Nahdlatul Ulama, Luwu yang ada di Lamasi," akunya.

Diketahui, Azhar akan menginap di Belopa kemudian memulai lawatan silaturahmi dengan tokoh-tokoh masyarakat Sabtu (18/10/2024).

Selain agenda silaturahmi, Azhar juga akan melakukan konsolidasi dengan partai pengusung pasangan Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Azhar Arsyad (DIA).

"Ada berbagai agenda, silatutarahmi bersama tokoh tokoh masyarakat di Tana Luwu hingga konsolidasi bersama partai pengusung DIA," kata Muhammad Haekal yang namanya sempat masuk dalam bursa calon bupati Luwu.

Dirinya menambahkan, selama lawatan Azhar di Luwu Raya, kader PKB di level daerah akan mendampingi dalam penyampaian visi dan misi harapan masyarakat Sulsel.

"Pasangan DiA komplit, satunya anak lorong dan satunya lagi anak desa yang punya gagasan bagaimana membangun secara merata kedepan, demi kesejahteraan masyarakat," bebernya.

Menurut Haekal, dalam setiap titik pertemuan, masyarakat menginginkan perubahan yang sesuai dengan visi dan misi DiA.

Salah satu contoh, menurut Haekal ialah program membangun desa secara merata yang kurang dirasakan masyarakat selama ini.

"Seperti salah satu pendekatan pertanian, dimana petani selama ini diberikan subsidi pupuk, bantuan alat untuk produksi pertanian atau perkebunannya. Tetapi setelah panen dan harga anjlok, tidak adalagi perhatian khsusus. Di sini DiA memberikan jaminan bahwa hasil panen akan dibeli melalui offtaker dengan harga yang layak, sehingga hasil petani kita akan tetap terjaga," tandasnya.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved