Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Headline Tribun Timur

Peringatan Darurat Olahraga Sulsel: Peringkat 16 dengan 61 Medali

Untuk kali pertama sepanjang sejarah, sejak Sulsel kali pertama ikut PON pada tahun 1951 atau 73 tahun lalu, baru kali ini finish di peringkat ke-16.

Editor: Hasriyani Latif
Tribun Timur
Headline Tribun Timur edisi Minggu (29/9/2024). 

“Saat SYL (Syahrul Yasin Limpo) menjabat sebagai gubernur, anggaran hibah KONI untuk PON XIX di Jabar 2016 mencapai Rp 68 miliar. PON XX sebesar Rp 30 miliar, dan PON XXI kali ini hanya 17,5 miliar. Bagaimana kita bisa dipaksa sukses jika anggaran tidak mendukung?” ungkap Yasir mengatakan melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2024).

Atlet kurang termotivasi untuk menang karena uang honornya telat dibayar.

Petinju Sulsel, Josua Holly Masihor menerima medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Auditorium HKBP Nommensen, Kabupaten Pematang Siantar, Sumut, Kamis (19/9/2024) malam. Josua Holly Masihor meraih medali emas di kelas 51-54 kg.
Petinju Sulsel, Josua Holly Masihor menerima medali pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 di Auditorium HKBP Nommensen, Kabupaten Pematang Siantar, Sumut, Kamis (19/9/2024) malam. Josua Holly Masihor meraih medali emas di kelas 51-54 kg. (Pertina Sulsel)

Pembayaran uang honor baru dilakukan jelang keberangkatan, September 2024.

Nunggak selama 3 bulan, Juni hingga Agustus.

"Atlet haknya belum dibayarkan. Makan biaya sendiri, mereka hutang. Pemprov tidak perhatikan jadi kami jalan sendiri," tutur pelatih dayung Sulsel, Dimon, Agustus 2024 lalu.

Kondisi bertambah miris ketika sebagian atlet terpaksa makan mi instan di sela latihan lantaran masalah anggaran.
Padahal, mereka butuh gizi yang baik karena intensitas latihan sangat tinggi.

"Saya dan anak-anak (atlet) biaya sendiri untuk makan. Bahkan, biasa makan mie instan dan telur saja, padahal latihan dua-tiga kali sehari," ungkap Dimon.

Yasir mengatakan, anggaran untuk PON tak semuanya dikelola KONI Sulsel sehingga banyak masalah.

Anggaran tambahan Rp 14 miliar dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel.

"Di Dispora (Rp 14 miliar). Peruntukannya untuk beli pakaian, sepatu, tas, penginapan. Kebutuhan lain lain Dispora yang atur," ujar Yasir.

Selain anggaran, masalah lain bikin peringkat Sulsel merosot adalah pemusatan latihan hanya 2 pekan dan tak ada try out.

"Kalau pun ada atlet yang melakukan try out, sebagian besar menggunakan dana pribadi. Sementara provinsi lain mendukung atlet mereka hingga latihan di luar negeri,” kata Yasir.

Masalah hak atlet tak hanya muncul di masa latihan atau pra-keberangkatan.

Sebelum meraih medali, uang honornya nunggak.

Setelah meraih medali, bonusnya pun tak langsung terbayarkan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved