Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulsel Terpuruk di PON 2024

Peringatan Darurat Olahraga Sulsel: Prestasi Mendunia, Atlet Minim Perhatian!

prestasi diraih Rahmat Erwin di Cabor angkat besi tak dibarengi dengan perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dan KONI Sulsel.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
DOK PRIBADI
Lifter Sulsel, Rahmat Erwin Abdullah (tengah) bersama ibunya, Ami Asun Budiono (kiri) dan ayahnya, Erwin Abdullah (kanan) usai meraih medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 di  GOR Seramoe, Banda Aceh, Kamis (5/9/2024) malam. Lifter Sulsel, Rahmat Erwin Abdullah (tengah) saat pengalungan medali emas PON XXI Aceh-Sumut 2024 di GOR Seramoe, Banda Aceh, Kamis (5/9/2024) malam.   

"Harus sewa tempat gym, keluarkan uang pribadi," sebut pria akrab disapa Attock ini.

Ia menyampaikan, pemerintah mestinya memberikan bonus dan penghargaan kepada Rahmat Erwin dalam setiap kejuaraan diikuti, baik single atau multi event.

"Tapi ini saya lihat pemerintah tidak semua diberi bonus," ujarnya.

Justru, ungkap Attock, pemerintah selalu lambat membayarkan bonus atlet. Biasa enam bulan setelah juara baru diberikan.

Belum lagi bonus PON XXI Aceh-Sumut. Ia pesimis bonus akan diberikan dalam waktu dekat.

Lantaran anggaran bonus kemungkinan baru dibahas di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perubahan.

"PON (Aceh-Sumut) paling bonus tahun depan karena baru dianggarkan di perubahan," ungkapnya.

Di luar bonus, Attock mengatakan, terpenting dibutuhkan Cabor angkat besi adalah tempat latihan, peralatan dan kebutuhan gizi.

Kalau tak ada perhatian tersebut akan sulit untuk bisa menorehkan prestasi.

"Kalau tidak ada perhatian ekstra pemerintah sulit meraih prestasi," ucapnya.

Soroti Anggaran PON Menurun

Anggaran Sulsel untuk PON tiga tahun terakhir terus alami penuruan.

PON XXI Jabar 2016 sebesar Rp68 miliar, PON XX Papua 2021 senilai Rp30 miliar dan PON XXI Aceh-Sumut 2024, hibah ke KONI Rp17,5 miliar dan Rp14 miliar dipegang Dispora Sulsel.

Attock menyampaikan, sebenarnya pemerintah tak perlu diajari soal anggaran.

Sebab ada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan (UU Keolahragaan) memerintahkan untuk olahraga prestasi dikelola oleh KONI, dan pemerintah wajib beri anggaran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved