Sulsel Terpuruk di PON 2024
Anggaran Habis, KONI Sulsel Terlilit Utang Usai PON 2024 Aceh-Sumut
Sekretaris KONI Sulsel Mujiburrahman sebut biaya angkutan peralatan dua cabor senilai Rp70 juta belum terbayarkan.
Penulis: Kaswadi Anwar | Editor: Alfian
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Kaswadi Anwar
Baca berita sebelumnya:
- Peringatan Darurat Olahraga Sulsel
- Sulsel Peringkat 16 di PON Aceh Sumut, Kadispora: Saya Mohon Maaf kepada Masyarakat
- Pro Kontra Yasir Mahmud Nakhodai KONI Sulsel dan Terpuruknya Prestasi di PON 2024
- Daftar Atlet Sulsel Peraih Medali di PON Aceh-Sumut
- Peringatan Darurat Olahraga Sulsel: Prestasi Mendunia, Atlet Minim Perhatian!
- Terpuruk di PON Aceh Sumut 2024, Sulsel Kini Fokus Menatap PON Nusa Tenggara 2028
- Atlet Sulsel: Jangan Harap 10 Besar di PON Kalau Masih Begini Fasilitasnya
- Peringatan Darurat Olahraga Sulsel: Atlet Pinjam Rp400 Juta ke Bank, Pemprov - KONI Tak Biayai TC
- Nol Rupiah Bantuan Pemprov dan KONI Sulsel, Pengurus Cabor Banting Tulang Biayai Tryout
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal berbenah pasca kegagalan Sulsel di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024.
Sulsel terpuruk di peringkat 16 dari 38 provinsi di event olahraga terbesar nasional tesebut.
Posisi tersebut jauh dari target, yakni masuk lima besar.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Sulsel, Mujiburrahman mengatakan segera menggelar rapat pleno.
“Rapat pleno untuk evaluasi terhadap keseluruhan hasil PON dan monitoring atlet,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Jumat (27/9/2024).
Setelah rapat pleno, lanjut pria akrab disapa Muji ini, akhir 2024 direncanakan rapat kerja provinsi dengan seluruh kepengurusan KONI kabupaten/kota serta pengurus Cabor kabupaten/kota.
Termasuk koordinasi teknis penyelenggaraan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulsel tahun 2025.
“Lakukan seleksi awal untuk semua altet di setiap kabupaten, KONI kabupaten berperan penting untuk pembinaan dalam rangka penyelenggaraan Porprov 2026,” ujarnya.
Salah satu jadi persoalan pada PON lalu adalah minimnya anggaran.
Hibah diperoleh KONI Sulsel hanya Rp17,5 miliar.
Ada tambahan Rp14 miliar, tapi pengelolaannya di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel.
Untuk menunjang pembinaan dan prestasi olahraga, Muji berharap, sistem pengelolaan dana olahraga diserahkan ke KONI sesuai Pasal 79 dan Pasal 83 Undang-Undang 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan (UU Keolahragaan).
Menurut dia, pembinaan dan prestasi olahraga menjadi domain KONI, sedangkan Dispora hanya menyentuh pembinaan pelajar dan olahraga masyarakat.
| Setelah Prestasi Sulsel Jeblok di PON, Kini Giliran Bonus Nunggak 4 Bulan |
|
|---|
| Pengurus Cabor: Minimal Rp80 Miliar Jika Sulsel Mau 5 Besar PON 2028 |
|
|---|
| Nol Rupiah Bantuan Pemprov dan KONI Sulsel, Pengurus Cabor Banting Tulang Biayai Tryout |
|
|---|
| Peringatan Darurat Olahraga Sulsel: Atlet Pinjam Rp400 Juta ke Bank, Pemprov - KONI Tak Biayai TC |
|
|---|
| Atlet Sulsel: Jangan Harap 10 Besar di PON Kalau Masih Begini Fasilitasnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/kadispora-suhermann-20224.jpg)