Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulsel Terpuruk di PON 2024

Peringatan Darurat Olahraga Sulsel

Peringatan darurat buat olahraga di Sulawesi Selatan. Capaian Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh dan Sumut bak sudah di titik nadir.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Sumardi
DOK KONI SULSEL
Atlet cabang olahraga anggar asal Sulsel saat bertanding pada PON XXI di Sumut dan Aceh. Dari cabang olahraga ini, Sulsel hanya meraih medali perunggu. 

"Sebenarnya karena anggaran," ungkapnya saat dihubungi Tribun-Timur.com melalui telepon, Kamis (19/9/2024).

“Saat SYL (Syahrul Yasin Limpo) menjabat sebagai gubernur, anggaran hibah KONI untuk PON XIX di Jabar 2016 mencapai Rp 68 miliar. PON XX sebesar Rp 30 miliar, dan PON XXI kali ini hanya 17,5 miliar. Bagaimana kita bisa dipaksa sukses jika anggaran tidak mendukung?” ungkap Yasir mengatakan melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/9/2024).

Atlet kurang termotivasi untuk menang karena uang honornya telat dibayar.

Pembayaran uang honor baru dilakukan jelang keberangkatan, September 2024.

Nunggak selama 3 bulan, Juni hingga Agustus.

"Atlet haknya belum dibayarkan. Makan biaya sendiri, mereka hutang. Pemprov tidak perhatikan jadi kami jalan sendiri," tutur pelatih dayung Sulsel, Dimon, Agustus 2024 lalu.

Kondisi bertambah miris ketika sebagian atlet terpaksa makan mi instan di sela latihan lantaran masalah anggaran.

Padahal, mereka butuh gizi yang baik karena intensitas latihan sangat tinggi.

"Saya dan anak-anak (atlet) biaya sendiri untuk makan. Bahkan, biasa makan mie instan dan telur saja, padahal latihan dua-tiga kali sehari," ungkap Dimon.

Yasir mengatakan, anggaran untuk PON tak semuanya dikelola KONI Sulsel sehingga banyak masalah.

Anggaran tambahan Rp 14 miliar dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel.

"Di Dispora (Rp 14 miliar). Peruntukannya untuk beli pakaian, sepatu, tas, penginapan. Kebutuhan lain lain Dispora yang atur," ujar Yasir.

Selain anggaran, masalah lain bikin peringkat Sulsel merosot adalah pemusatan latihan hanya 2 pekan dan tak ada try out.

"Kalau pun ada atlet yang melakukan try out, sebagian besar menggunakan dana pribadi. Sementara provinsi lain mendukung atlet mereka hingga latihan di luar negeri,” kata Yasir.

Masalah hak atlet tak hanya muncul di masa latihan atau pra-keberangkatan.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved