Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Sulsel Terpuruk di PON 2024

Peringatan Darurat Olahraga Sulsel

Peringatan darurat buat olahraga di Sulawesi Selatan. Capaian Sulsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh dan Sumut bak sudah di titik nadir.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Edi Sumardi
DOK KONI SULSEL
Atlet cabang olahraga anggar asal Sulsel saat bertanding pada PON XXI di Sumut dan Aceh. Dari cabang olahraga ini, Sulsel hanya meraih medali perunggu. 

Antara ekspektasi dan realita sungguh kontras.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Selatan, Yasir Mahmud saat audiensi dengan Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, Selasa, 21 Mei 2024, menyampaikan jika Sulsel menarget masuk peringkat 5 besar klasemen akhir PON.

Target itu naik dari peringkat 11 pada PON XX tahun 2021 di Papua.

Dua bulan setelah audiensi di Rujab Gubernur Sulsel, KONI pun mendapat kucuran dana tambahan Rp 14 miliar.

Sebelumnya, hibah ke KONI dari Pemprov untuk PON 2024 hanya Rp 17,5 miliar.

“Dari KONI minta tambahan Rp 14 miliar, saya penuhi 100 persen. Semua yang diminta Rp 14 miliar saya penuhi,” kata Zudan, Kamis, 11 Juli 2024.

Total anggaran Pemprov Sulsel untuk PON 2024 menjadi Rp 31,5 miliar.

Jika anggaran itu dibagi rata ke 630 anggota kontingen (406 atlet, 139 official, satgas 85 orang), maka tiap orang dapat jatah Rp 50 juta.

Ini melebihi harga paket umrah low budget dari Makassar yang hanya berkisar Rp 30 jutaan.

Setelah menambah anggaran, Zudan pun menagih prestasi terbaik para atlet.

“Makanya, saya tagih prestasinya besok,” sambung Zudan mengatakan.

Namun, realitanya, bukannya masuk 5 besar, malah turun 5 peringkat dari tahun sebelumnya.

Capaian target emas dicanangkan dari 18 cabang unggulan sebagian besar meleset. 

Salahkan anggaran

Yasir lalu mengambinghitamkan kurangnya anggaran.

Sumber: Tribun Timur
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved