Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tenggelam di Waduk Tunggu Pampang

Kronologi Pelajar SMK Tenggelam di Waduk Tunggu Pampang Makassar

Mulanya korban berkumpul bersama di rumah temannya berinisial F di Jl Tidung 4, Kecamatan Rappocini, pukul 12.00 Wita.

Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
ist
Tangkapan layar video saat korban tenggelam di Waduk Tunggu Pampang, Makassar, hendak ditolong warga, Jumat (20/9/2024) sore. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kronologi pelajar SMK berinisial MFK (16) tewas tenggelam di Waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Jumat (20/9/2024) sore.

Kapolsek Manggala Kompol Semuel To'longan menjelaskan mulanya korban berkumpul bersama di rumah temannya berinisial F di Jl Tidung 4, Kecamatan Rappocini, pukul 12.00 Wita.

Sekitar pukul 12.15 Wita korban dan teman-temannya meninggalkan rumah F dengan niat jajan di warung sekitar rumah F.

"Mereka pergi meninggal rumah  F menggunakan kendaraan motor berboncengan 3," ujar Kompol Semuel To'longan.

"Setelah berada di warung kemudian jajan terdengar pemilik warung menyampaikan untuk shalat jumat sehingga mereka pergi ke mesjid di sekitar SMP N 13 Makassar," sambungnya.

Baca juga: Identitas Pelajar Tewas Tenggelam di Waduk Tunggu Pampang, Siswa SMKN 10 Makassar

Setelah melaksanakan Salat Jumat, lanjut Semuel, mereka langsung pergi meninggalkan mesjid berniat ingin kembali di rumah F.

"Namun dalam perjalanan korban mengajak saksi satu dan dua (dua temannya) ke Waduk Tunggu Pampang, sehingga mereka ke waduk tunggu pampang saat itu," terangnya.

Sekitar pukul 13.00 Wita, korban MFK pun tiba di Waduk Tunggu Pampang melihat ada pemancing yang berada di balik pagar waduk.

MFK dan dua temannya masuk ke waduk melalui lobang pada pagar waduk lalu melihat dan mengobrol dengan pemancing yang baru dikenal mereka.

"Sekitar pukul 15.00 Wita, korban mengajak saksi satu dan saksi dua untuk mandi-mandi di waduk, namun hanya saksi satu yang ikut saksi dua tidak ikut mandi," jelasnya.

Sekitar pukul 15.15 Wita, saat saksi satu dan korban berada di dalam waduk.

Saksi satu dan korban berdekatan dengan jarak mereka berdua dari pinggir waduk sekitar 4 meter.

"Saat itu saksi satu merasakan bahwa kakinya sudah tidak sampai di dasar waduk sehingga saksi satu merangkul pundak korban namun terlepas," bebernya.

Korban MFK pun tenggelam dan dua temannya meminta pertolongan ke warga untuk membantu mengevakuasi MFK.

Saat berhasil dievakuasi, MFK sempat dilarikan ke RS Hermina untuk mendapatkan pertolongan, namun nyawanya tidak tertolong.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved