Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Akademi UNM Perkuat Literasi Numerasi Guru SD Inpres Sero Gowa

Dr. Fajar menekankan pentingnya mengintegrasikan numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, seni, dan bahkan olahraga

Tayang:
Editor: Ari Maryadi
Citizen Report
Akademi Universitas Negeri Makassar (UNM) turun meningkatkan kompetensi dan kemampuan mengajar para guru di SDI Sero Kabupaten Gowa. 

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA -- Akademi Universitas Negeri Makassar (UNM) turun meningkatkan kompetensi dan kemampuan mengajar para guru di SDI Sero Kabupaten Gowa.

Hal itu dilakukan lewat pengabdian masyarakat dengan tema "Penguatan Literasi Numerasi bagi Guru SDI Sero" sukses dilaksanakan pada hari Sabtu, 14 September 2024. 

Acara ini dimulai pada pukul 09.00 Wita dan dihadiri oleh para guru yang antusias untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang literasi numerasi, salah satu komponen penting dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada guru-guru SD tentang pentingnya literasi numerasi, serta memperkenalkan strategi-strategi pembelajaran inovatif yang dapat membantu siswa memahami konsep-konsep numerasi dengan lebih baik. Tiga narasumber berpengalaman dihadirkan untuk membahas topik-topik penting terkait literasi numerasi dari berbagai sudut pandang.

Sesi pertama diisi oleh Aswi, S.Pd., M.Si., Ph.D., seorang ahli dalam bidang statistika.

Dalam presentasinya, Aswi menekankan pentingnya pengetahuan dasar numerasi bagi guru sebagai pondasi utama dalam mengajar matematika.

Ia menjelaskan bahwa literasi numerasi tidak hanya sekadar kemampuan berhitung, tetapi juga pemahaman yang mendalam tentang angka, operasi, dan keterampilan berpikir logis dan pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

“Numerasi adalah keterampilan hidup. Jika kita ingin menciptakan generasi yang mampu berpikir kritis dan menyelesaikan masalah, kita harus memastikan bahwa siswa kita memiliki pemahaman yang kokoh tentang numerasi sejak dini,” ungkap Aswi.

Ia juga memaparkan berbagai contoh praktis bagaimana guru dapat mengaitkan konsep numerasi dalam kehidupan sehari-hari siswa, sehingga matematika tidak lagi dipandang sebagai pelajaran yang sulit, melainkan sebagai keterampilan yang relevan dan bermanfaat.

Sesi kedua dilanjutkan dengan pemaparan oleh Dr. Fajar Arwadi, S.Pd., M.Sc., yang mengangkat tema "Pembelajaran Numerasi Lintas Mata Pelajaran."

Dalam pemaparannya, Dr. Fajar menekankan pentingnya mengintegrasikan numerasi ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti ilmu pengetahuan alam, seni, dan bahkan olahraga.

Menurutnya, dengan mengaitkan numerasi dengan mata pelajaran lain, siswa dapat melihat relevansi matematika di berbagai konteks, yang pada akhirnya akan memperdalam pemahaman mereka terhadap konsep matematika.

“Misalnya, dalam pelajaran IPA, siswa dapat diajarkan cara menghitung volume air yang mengalir dalam satuan waktu. Sementara dalam pelajaran olahraga, guru dapat melibatkan siswa dalam menghitung kecepatan lari atau tinggi lompatan,” jelas Dr. Fajar.

Pendekatan lintas disiplin ini diharapkan dapat menumbuhkan keterampilan berpikir kritis dan analitis pada siswa, sekaligus membuat pembelajaran matematika lebih kontekstual dan menarik. Dr. Fajar juga memberikan contoh praktis serta metode pembelajaran yang dapat langsung diterapkan oleh para guru di kelas.

Sebagai penutup, Bobby Poerwanto, S.Pd., M.Si. membawakan materi tentang pentingnya alat peraga dalam membelajarkan numerasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved