Pilkada 2024
Benarkah Darah Politik 'Keluarga' Bisa Lahirkan Pemimpin Hebat? Ini Kata Pengamat
Fenomena dinasti politik maupun politik kekerabatan memang masih kental dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulsel.
Penulis: Faqih Imtiyaaz | Editor: Sukmawati Ibrahim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Fenomena dinasti politik maupun politik kekerabatan memang masih kental dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Sulsel.
Di beberapa daerah, anak atau ponakan sosok politisi silih berganti menjadi kepala daerah.
Begitu juga dalam kontestasi Pilkada di Sulsel tahun 2024 ini.
Contohnya di Kabupaten Bantaeng.
Head to head Fauzi Nurdin Abdullah lawan Ilham Azikin.
Fauzi Abdullah anak dari Nurdin Abdullah.
Sementara Ilham Syah anak Azikin Sholtan.
Nurdin Abdullah dan Azikin Solthan sama-sama pernah menjadi Bupati Bantaeng dua periode di eranya masing-masing.
Begitu juga dengan keluarga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Dua adiknya maju Pilkada. Andi Sudirman Sulaiman bertarung di Pilgub Sulsel.
Sementara Andi Asman Sulaiman di Pilbup Bone.
Baca juga: Sikap Golkar Sulsel Terkait Politik Dinasti, Imran Eka: Sah Selama Tak Langgar Aturan
Pengamat Politik Prof Sukri Tamma menilai kapasitas seorang pemimpin dibuktikan saat menjabat nantinya.
Melihat fenomena ini pemimpin dari 'Keluarga' politisi, Prof Sukri menyebut ada dua teori bisa dibuktikan nantinya.
"Ada asumsi bahwa bisa jadi kemudian ada menghasilkan pemimpin yang mungkin tidak punya kapasitas,tapi karena punya keluarga menjadi pemimpin," kata Prof Sukri kepada Tribun-Timur.com, Kamis (12/9/2024).
"Tapi Ada juga teori leadership the great man theory orang hebat lahir dari keluarga hebat. Bisa jadi pemimpin lahir dari keluarga yang hebat. Sehingga jadi justifikasi yang baik," lanjutnya.
| Pasangan Mari-Yo Unggul Sementara di PSU Pilgub Papua 2025 Berdasarkan Exit Poll |
|
|---|
| Cetak Sejarah Suara Terkecil, Putri Dakka-Haidir Basir Anjlok di PSU Palopo Sentuh 0,3 Persen |
|
|---|
| Bawaslu Palopo Imbau Penertiban APK Jelang Masa Tenang PSU Pilkada |
|
|---|
| Sosok Santi Parida Dewi, Dibayar Rp64 Juta Supaya Memilih di Pilkada Barito Utara |
|
|---|
| Ayah-Anak Gagal Pilkada 2024, Nadalsyah Kalah Pilgub Kalteng, MK Gugurkan Akhmad Gunadi karena Uang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/Pengamat-Politik-Prof-Sukri-Tamma129202444.jpg)