Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Wujudkan Perdamaian Dunia, Prof Jamaluddin Jompa Bahas Siri Na Pacce di Universitas Hiroshima

Prof Mitsuo Ochi menegaskan urgensi bagi universitas diseluruh dunia untuk memfokuskan riset dan inovasi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

|
Editor: Sudirman
Ist
Rektor Universitas Unhas (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa 

TRIBUN-TIMUR.COM - Rektor Universitas Unhas (Unhas) Prof Jamaluddin Jompa menghadiri diskusi langkah strategis mewujudkan perdamaian dunia yang abadi.

Kegiatan ini diinisiasi Rektor Universitas Hiroshima Prof Mitsuo Ochi di Universitas Hiroshima, Selasa (6/8/2024).

Prof Jamaluddin Jompa menjadi satu-satunya rektor asal Indonesia yang diundang.

Prof Mitsuo Ochi menegaskan urgensi bagi universitas di seluruh dunia untuk memfokuskan riset dan inovasi dalam mewujudkan perdamaian dunia yang langgeng.

Investasi dalam pembangunan sumberdaya manusia adalah keharusan bagi universitas untuk melahirkan generasi muda yang toleran dan anti kekerasan.

Saat ini dunia masih dihantui oleh konflik antara Rusia dan Ukraina dan Israel dan Palestina.

Tidak menutup kemungkinan perang dunia akan meletus ketika pihak yang berperang berhasil memprovokasi pihak lainnya yang sebelumnya netral.

Prof Ochi mengingatkan bahwa masih tersisa puluhan ribu hulu edak nuklir yang ada di dunia dan berpotensi melahirkan perang nuklir yang jauh lebih dahsyat dari ledakan di hiroshima tanggal 6 Agustus 1945.

Prof Ochi mengajak rektor di seluruh dunia untuk terus-menerus berkolaborasi dalam menciptakan tatanan dunia yang damai dan berkeadilan.

Setelah sambutan Prof. Ochi, tampil bergiliran seluruh rektor yang diundang sebagai peserta.

Prof Jamaluddin Jompa menekankan pentingnya prinsip kesetaraan dalam berdialog.

Prinsip dasar yang menempatkan manusia di posisi yang sejajar dalam hak dan kewajiban dalam mewujudkan perdamaian dunia.

Prof JJ memberi penekanan khusus terhadap peran universitas dalam menciptakan sumberdaya manusia yang berkualitas, berkarakter dan berjiwa toleran.

Unhas sendiri telah membantu lebih dari 50 mahasiswa diberbagai negara yang sedang berkonflik dan berperang seperti Palestina, Sudan dan beberapa negara di Afrika.

Unhas akan terus berkontribusi dalam riset unggulan, inovasi dan partisipasi langsung dalam memajukan perdamaian dunia.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved