Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kemendikbud Periksa 5 Profesor di Surabaya Terkait Prosedur Menjadi Guru Besar

Lima guru besar di Surabaya diperiksa Kemendikbud lantaran diduga melakukan pelanggaran gelar profesor.

|
Editor: Sudirman
Ist
Ilustrasi guru besar. Lima guru besar asal Surabaya diperiksa Kemendikbud. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Lima guru besar asal Surabaya diperiksa Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kelimanya Prof SR, Prof BS, Prof AS, Prof Ch, dan Prof WE.

Pemeriksaan dilakukan di Gedung Kantor Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jatim, Surabaya, Selasa-Rabu (30-31/7).

Mereka diperiksa lantaran diduga melakukan pelanggaran gelar profesor.

Berdasarkan Surat Tugas Inspektur Jenderal Kemendikbudristek Nomor 788/G.G5/WS.01.05/2024 tanggal 25 Juli 2024, sejumlah guru besar PTS di Surabaya dipanggil dalam rangka fact finding dugaan penyimpangan proses pengajuan guru besar.

Baca juga: Guru Besar Unhas Siap Turun Tangan Dukung Syafruddin Kambo di Pilgub Sulsel

Dari lima profesor diperiksa, empat di antaranya berasal dari satu perguruan tinggi. 

Mereka dipanggil oleh tim Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek untuk memberikan klarifikasi atas dugaan penyimpangan proses pengajuan gelar guru besar  . 

Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikbudristek Anang Ristanto, membenarkan adanya agenda pemeriksaan terhadap kelima orang guru besar tersebut.

Pihaknya masih menghimpun data lebih lengkap terkait pelaksanaan pemeriksaan yang berlangsung selama dua hari di Surabaya.

"Kami cek dulu," sebut Anang saat dikonfirmasi, Selasa (30/7/2024).

Sementara Kepala Bagian (Kabag) Umum BBPMP Jatim, Rizqi menerangkan, pihaknya tidak menampik adanya kunjungan dari beberapa orang Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek.

Kunjungan tersebut, dianggapnya sebagai silaturahmi biasa antar sesama pegawai dalam kelembagaan Kemendikbudristek.

Mengenai adanya agenda pemeriksaan guru besar terkait kasus tersebut. Rizqi mengaku tidak mengetahuinya.

"Mampir saja sesama Kementerian Mendikbudristek. Hanya bertamu saja. Bertamu otomatis di ruangan. (Pukul 14.07 WIB) sudah pulang, enggak tahu mau keliling ke mana. Hanya mampir saja.

Siapa pun sesama Kemendikbudristek biasa mampir sebagai teman, sebagai atasan," ucap Rizqi, Selasa (30/7/2024).

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved